Jumat, 21 Desember 2012

LAUNCHING SEBI ( Student Entrepreneurship and Business Incubator - UMY


Kemunduran ekonomi di Indonesia salah satunya disebabkan oleh adanya konglomerasi oleh pihak-pihak tertentu. Hal itulah yang memicu krisis ekonomi yang tengah di hadapi oleh bangsa ini, untuk itu diperlukan pengusaha-pengusaha muda di Indonesia.
Mantan Wapres HM Jusuf Kalla memaparkan hal itu saat meresmikan pendirian Student Entrepreneurship and Business Incubator (SEBI) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Kamis (13/12).
“Kesuksesan perekonomian bangsa Indonesia terletak pada generasi muda Indonesia. Bertumbuhnya pengusaha-pengusaha muda di Indonesia menandakan suksesnya perkembangan ekonomi di Indonesia,” lanjut JK.
JK menjelaskan bahwa untuk menjadi seorang wirausaha memang bisa diajarkan tetapi dalam praktek akan berbeda. Mengetahui teori belum cukup tetapi yang terpenting adalah menjalankannya. Untuk itu ada wadah bagi mahasiswa dalam pengembangan budaya kewirausahaan dan kemandirian usaha agar menjadi wirausaha yang memiliki potensi.
“Adanya wadah untuk berwirausaha akan bisa meningkatkan kemandirian mahasiswa. Memberikan fasilitas yang mana bisa memposisikan mahasiswa untuk membangun usaha baru di UMY sehingga jiwa wirausaha sudah tertanam semenjak kuliah dan siap untuk menghadapi segala tantangan di masa depan,” paparnya.
Selain itu ketua SEBI Rr. Sri Handari W., SE., MM. menerangkan bahwa tujuan didirikannya untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, manajemen dan fasilitas kerja bagi wirausaha baru dan UMKM binaan melalui pelayanan, pelatihan dan fasilitasi pendampingan.
“Adanya SEBI ini akan membangun fasilitas pengembangan wirausaha baru yang mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pendampingan wirausaha baru melalui tahapan-tahapan secara terprogram dan berkelanjutan sehingga produk yang dikembangkan merupakan karya inovatif, memiliki nilai utilitas tinggi bagi masyarakat, dan memperoleh tingkat penerimaan pasar secara potensial,” terangnya.
Sri menilai bahwa selama ini permasalahan ang dihadapkan oleh UMY adalah belum adanya program yang secara intensif mampu memberikan dorongan, pendampingan, dan mentoring dalam inovasi dan pengembangan ide bisnis yang mendorong kemandirian usaha.
“Adanya SEBI ini untuk menguatkan misi UMY dalam bidang pemberdayaan dan pengembangan masyarakat,” tuturnya.

Minggu, 22 Juli 2012

Waralaba Ath_Hura Laundry Syariah

Alhamdulillah....
Pada 1 Ramadhan ini Ath_Hura Laundry Syariah meluncurkan program waralaba, merespon banyaknya masyarakat dari kota - kota seluruh Indonesia yang berminat untuk membuka waralaba Ath_Hura Laundry Syariah. Dengan tujuan untuk menyebarkan sayap usaha lebih luas lagi.
Bagi calon mitra yang ingin mendapat kiriman proposal prospektus waralaba silahkan mengirim biodata lengkap  kirimkan ke email : syatila27husna@gmail.com

Setelah email diterima , pihak menejemen akan segera mengirim proposal wara laba langsung ke email anda. Terimakasih. . .

Untu informasi lebih lanjut hubungi HOTLINE :
SMS         : 081253491974/ 0819880778
PIN BBM : 2A3755A4
Twiter       : @laundrysyariah
www.laundrysyariah.com

KEPASRAHAN YANG MENGUATKAN. * detik - detik Presentasi PIMNAS 25


Segala tekanan yang kami rasakan selama berminggu – minggu, dan puncaknya semua terakumulasi pada tanggal 9 Juli 2012 . Segala penat, lelah, tegang satu hal yang menjadi hikmah segala sesuatu yang sempurna itu memang harus dipersiapkan jauh – jauh hari dan siapa yang menguasai informasi dialah yang menguasai dunia.

Bagaimana tidak dengan persiapan yang mendadak dan semuanya harus dipersiapkan dengan sempurna dalam waktu dekat, sangat singkat.Meski begitu selama dua hari dari pagi sampai sore, saya dan dua rekan kelompok , Muhibbudin Ahmad dan Fauzia Wulandari tetap optimis dan pasrah pada kehendak Allah. Satu hal yang kami yakini, Insyaallah kami bisa.

Dan benar saja, hari pertama berlalu dengan tidak tepatnya belum menampilkan kelompok kami. Disusul hari berikutnya, dari pagi sampai siang belum juga kelompok kami dipanggil, suasana cemas, dag – dig – dug tak karuan.Semua kelompok yang sudah tampil adalah kelompok universitas  terbaik seindonesia, dengan tampilan yang kreatif dan penuh inovasi membuat kami terasa tak berdaya. Mungkin saja Allah berkehendak lain, saat saya tanyakan pada panitia selepas dzuhur nanti tinggal dua kelompok yang belum dan salah satunya kami.
Laa khaula wa la Quwwata ila billah......

Pasrah....
Kupasrahkan jiwa dan ragaku pada sujut dhuhur waktu itu.....
Pasrah dan benar- benar pasrah, apapun yang akan terjadi nanti semuanya adalah kehendak MU ya Rabb....


Kata Muhibbudin Ahmad :
" Doaku saat di ruang presentasi: "Ya Allah.. bila lolos, program kami ini akan menjadi syiar agamamu dan ijinkanlah hamba (kami) yang mendapat kehormatan untuk memperjuangkan tegaknya syiarMu lewat program ini."
Doa Ita Husnatin:
 "Ya Allah kupasrahkan segala urusanku kepadamu dg sepenuh pasrah."

Dan ternyata sekali lagi Allah menunjukkan kebesaranNya.Saat kepasrahan yang tertinggi  disitulah tempat datangnya pertolongan dan petunjuk. Allahu Akbar...
Alhamdulillah kami menjadi penutup penampilan terakhir acara lomba PIMNAS25 DIKTI  KEMENDIKNAS. Yang lebih membahagiakan, kami melakukannya dengan lancar :).



Sabtu, 14 Juli 2012

Sepetik rasa dalam perjalanan menuju PIMNAS 25

Malam penutupan yang  bergemuruh sorak sorai khas  suara mahasiswa ratusan bahkan ribuan memadati gedung sportorium Universitas Muhammadiyah Yogyakarta .Ciut rasanya melihat deretan  jas almamater kuning, biru, abu- abu...lah?? mana yang merah???
celingak celinguk seperti saat kehilangan sandal dimushola  mencari - cari teman - teman yang minimal segerombol berjas merah hahaha....nyaris tidak ada, yach akhirnya nyempil diantara" pasukan kuning" UNNES

********    *******     ******
Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional   (PIMNAS) ke 25 yang diselenggarakan di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta telah usai dengan acara penutupan yang tidak kalah spectakuler dari  acara pembukaan, UMY sebagai tuan rumah berhasil dinobatkan sebagai standarisasi pengadaan acara PIMNAS selanjutnya di kota kota lain, Alhamdulillah... Bangga juga dengan kampus tercinta ini.Dan Alhamdulillah....Ath_Hura Laundry Syariah berhasil mendapat medali Emas dan Perak pad
a katagori poster dan presentasi.

Perjuangan menuju PIMNAS25, hm...Perjuangan? terdengarnya  lebay ya...
Tapi kalau difikir - fikir ya memang iya...
Kalau boleh jujur saat awalmula membuat sebuah proposal Program Kreatifitas Mahasiswa (PKM) sama sekali tidak pernah berfikir kalau seperti ini jadinya. Sama sekali tidak pernah berfikir kalau konsekuensinya harus seberat ini. Perjuangannya, tekanannya, gesekan antara teman se team, terkejar dethline pelaporan, dikejar - kejar panitia, helem hilang, FD raib, HP nyelip, kunci ketinggalan....Feww..!! dan masih banyak lagi kejadian Troble Maker yang kami lakukan.

Teringat waktu penjurian monitoring dan evaluasi internal, seusai  presentasi dan mengambil barang dan alat peraga ada satu botol deterjen lerak yang sudah dibeli  oleh juri dan sudah dibayar diambil lagi tanpa dosa oleh teman saya Muhibudin dari meja dewan juri , dewan juri bu Isto yang melongo dan senyum - senyum...:D. Kontan saja saya tertawa terbahak - bahak. Fauzia yang membawa presensi peserta hingga dikejar - kejar sama panitianya " mbak...mbak... itu presensinya terbawa tolong dikembalikan". hahaha... sungguh lelucon ditengah ketegangan.lelucon - lelucon tidak sengaja atau bahkan keteledoran yang kami lakukan dan kami tertawakan sendiri menjadi penyegar ditengah kepenatan kami.









Minggu, 01 Juli 2012

Saatnya sang Surya Bersinar ( Ath_Hura Laundry Syariah dalam PIMNAS 25)




 Ath-Hura Laundry Syariah berkesempatan menjajal persaingan Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) Setelah sukses dengan nilai sempurna pada babak penyisihan.
Doakan Semoga kami selalu tawadu' dan Istiqomah...amin

Kamis, 07 Juni 2012

Ibnu Khaldun's Theory of the Production Cycle


Kamis, 19 April 2012

SYARIAH: HAKIKATNYA ? LABEL..? ATAU PRINSIP..?


Perkembangan yang cukup  membanggakan terutama untuk kalangan muslim saat  marak instansi yang memberikan label syariah di belakang namanya  mengakomodir kebutuhan masyarakat . Pertamakali dipelopori oleh industri perbankan, Hotel  hingga , syariah, laundry syariah, minimarket syariah dan lainnya.

Seperti euforia, label syariah menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat.  Pertanyaannya label syariah entah itu hanya sekedar nama atau memang instansi tersebut ingin menerapkan prinsip syariah dalam bisnisnya.Apakah itu benar-benar syariah?

Kita lihat untuk kategori bank, mereka sudah bisa dikatakan 80% syariah. Dan pasar, laundry, minimarket dan lembaga non bank lainnya yang berlabel syariah bisa dikatakan hampir 90% syariah. ini dibuktikannya mereka yang berani melakukan transparasi harga kepada calon pembeli. Seperti yang ditunjukkan Rosulullah, yakni dengan menunjukkan HPP penjualan dan berapa margin keuntungan yang diperoleh penjual kepada calon pembeli. Proses Produksi, pelayanan dan pendistribusian sesuai syariat Islam.


Seperti saat  Laundry Syariah didirikan, ada banyak pertanyaan yang serupa. Apa bedanya dengan laundry konvensional?? kenapa harus disyariahkan?? sampai - sampai tuduhan membebek alias ikut - ikutan demam Syariah.Sebagai pengusaha kadang pertanyaan - pertanyaan mereka terkesan parnoid tapi seperti itulah yang saya sukai.Dengan begitu mereka memang butuh penjelasan dan mengerti tidak sekedar mendengar.

Jadi Konsumen Cerdas : Nilailah sesuatu dari hakikatnya, bukan dari nama atau istilah. 



Karena kadang nama sesuatu yang berbau syirik atau bid’ah –misalnya- diubah menjadi nama yang indah dan menarik.Sudah seharusnya  kita dapat memahami bahwa tidak setiap istilah syar’i menunjukkan kebenaran. Perlu kita ketahui hakikatnya, lebih-lebih di zaman ini yang penuh pengelabuan. 


Di akhir zaman, Nabi  memperingatkan bahwa akan muncul orang-orang yang ingin mengelabui sesuatu yang haram dengan merubah namanya.
“Mereka sengaja menutup-nutupi nama khamar tadi dengan nama (sejenis minuman yang sebenarnya bukan khamar)." HR. Abu Daud,Ibnu Majah dan Ahmad

Hal ini juga menuntut kitapengusaha maupun konsumen  untuk banyak belajar dan mengkaji ilmu Islam, tidak hanya sekedar ikut-ikutan. Sebagai konsumen  yang menggunakan layanan perusahaan berlabel Syariah banyak ilmu yang mesti kita dalami, agar kita bisa menjadi konsumen yang cerdas tidak "menelan mentah - mentah" produk yang berlabel Syariah, yang sebenarnya ini berlaku untuk semua layanan atau produk yang kita nikmati, sebagai konsumen  sudah seharusnya jeli dan kritis.


Dan sebagai pengusaha yang "berani" menggunakan label Syariah, Jangan kuatir. Insyaallah beranjak dengan niat Karena Allah Ta'ala. Ketika ada konsumen yang parnoid atau masih belum percaya "kesyariaah" produk kita, ada beberapa faktor yang perlu dicermati, pertama Konsumen yang sudah mengerti dan itu jadi kritisi, syukuri karena  pengusaha terbantu monitoring. Atau bisa juga konsumen yang parnoid dan menjustifikasi karena ketidak tahuan mereka dan terbatasnya informasi yang kita berikan.Yang pasti adalah selalu berinovasi dan penyempurnaan.
Wallahu'alam bishowab.

 
Copyright © Pelangi Hati Husna. All rights reserved.
Blogger template created by Templates Block | Start My Salary
Designed by Santhosh