Berucap manis diawal namun tak mencukupi segala keindahan itu sesuai
dengan ucapan. Manusia bukan tempat pengharapan, ia akan melewatkan
perkara yang dirasa sudah mencukupi bagi kehidupannya.
Alami atau naluri emosi. Semuanya sama. Sederhana saja, maka kau
akan tercukupkan segala karunia-Nya. Berprasangka baiklah maka yang kau
anggap sebuah keburukan akan terbungkus dengan segala keindahan
Merendahlah serendah kaki melangkah pada kehati-hatian perjalanan.
Ia akan berdegap pada tanah yang menentramkan segala peluh, segala
was-was dan segala kekecewaanmu. Sambil berucap, "cukup bagiku Allah"
Berpandangan luaslah, seluas pandanganmu melihat hamparan laut yang
tak berujung. Airnya berombak, Ia berkejaran, ia bergelombang, ia
menyapu desir-desir pasir dipantai, memberikan rasa nyaman bagi
kehidupan ikan dan berbagai mahluk ciptaan-Nya.
Maka, sepantasnyalah kita berkeyakinan sepenuh hati tanpa
mengingkari secuil perkara kehidupan ini. Apa-apa yang kau nikmati,
sedikitpun haruslah kau berbagi. Memberi kepada yang tak mampu, berbagi
untuk saling melengkapi dan mengajarkan kepada yang tak paham.
Indahnya hidup ini akan kau nikmati ketika engkau telah lebih banyak
untuk memberi. Memberi apa saja yang kau miliki, memberi apa saja yang
paling kau cintai. Memberi. Kau akan lebih berarti memahami hakikat
hidup yang hakiki!
Tanks to kanda..... kesabaranmu mengajariku untuk lebih kuat....
mengamini semua doamu, dan segala limpahan rahmatullah....
Tampilkan postingan dengan label Curahan Hati. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Curahan Hati. Tampilkan semua postingan
Kamis, 08 Maret 2012
Minggu, 22 Januari 2012
PERTARUNGAN DUA CINTA
![]() |
| Add caption |
Malam semakin renta, dan dini hari menjelang, tepat pukul 03.25
dini hari.Nampak dari kejauhan dari sebuah kamar rumah kecil berlantai dua masih tampak terang benderang
cahaya lampunya.Rupanya ada penghuni rumahnya, wanita muda yang malam itu nampak
raut kegundahan dari parasnya .
“Tuhan, jika Engkau menciptakan cinta…mengapa aku tersakiti?”
“Jika Engkau menciptakan Rasa…mengapa aku gundah gulana?’”
![]() |
| Add caption |
Ya..wanita muda itu sedang merasakan pergumulan batin yang luar
biasa berkecamuk dalam dirinya.Rasa
cintanya pada seorang pemuda yang luar
biasa, namun disisi lain betapa kesadaran penuh cinta itu justru menjadi musuhnya,
sangat mengganggu jiwanya, sehingga dia amatlah galau, gundah gulana.
Ada apakah sebenarnya??Mungkinkah cerita itu terjadi pada
kita semua?
Saat cinta kita pada seseorang atau pada orang yang belum
halal bahkan sudah halal pun menjadi
musuh bagi kita? Mungkinsaja.Semua itu bisa terjadi pada siapa saja.
Cinta yang hadir
dengan tidak berada dalam misi cintanya Allah,cinta pada apapun yang
tidak berada dalam koridor Karena Allah.dan
itu sangatlah getir dan sakit.Ketika harus memilih antara dua cinta yang
bergumul dan berseteru dalam hati dan
jiwa kita.Sebuah dilema bahkan pernah juga dirasakan oleh para nabi dan Rasul
yang dibingkai Allah menjadi ibroh abadi
sepanjang zaman.
Adalah Nabi Nuh, yang
dengan segenap cintanya , sepenuh hatinya masih berusaha menyelamatkan
keluarganya saat badai tsunami datang.Betapa tidak.Pertarungan sengit dalam
batinnya, antara cintanya pada istri dan anaknya dengan cintanya pada Allah
yang lebih berat dirasakannya.Ketika kenyataan menghadapkannya memilih, ia
memilih Tuhannya, Allah Subhanahu wata’ala.
Sejarah akan berulang
dengan pelaku yang berbeda,mengertilah
sekarang siapapun kita sangat mungkin
akan bisa mengalami hal serupa, mengertilah itu adalah takdir kehidupan saat – saat dimana kita harus berani memutuskan pilihan dari dua cinta yang
tidak mungkin dipertemukan semua ada ditangan kita.
Tidak selamanya berakhir tragis , ada cinta yang singkron
dan berakhir bahagia.Seperti cinta Muhammad dan Khadijah.Cinta atau cinta Yusuf
dan Zulaikha juga cerita adam dan hawa.
Dilema seperti ini adalah bentuk cobaan yang Allah berikan
pada Ummatnya yang dikemas dalam polesan keindahan duniawi dan manisnya cinta
dunia.Godaan dan ujian yang terberat dirasakan
wanita muda itu.saat “bentuk” berhadapan dengan “makna”, saat “ rupa “ menantang “jiwa” dan jika dia memilih bentuk dan rupa
maka konsekuensinya dia akan mengganti harga kenikmatannya dengan makna dan
jiwa yang jauh lebih mahal.
Itu semua adalah jika harus memilih.Beda ceritanya jika bentuk bertaut dengan makna, dan rupa
berpeluk jiwa.Dan tentu saja itu adalah puncak kenikmatan dunia akhirat tatkala
menikah dengan seorang pemuda yang shalih, cerdas dan tampan sekaligus.Seperti
Zulaikha kepada Yusuf.Tidak gampang memang.Tapi itu mungkin. Wallahu’alam
bishowab.
Label:
'IBROH,
Curahan Hati,
Jalan Hidup
Jumat, 24 September 2010
MENCARI MAKNA DALAM KESENDIRIAN
saya duduk diam, beberapa saat yang lalu saya shalat isya' lalu saya ingin diam sejenak. diam dan hanya mendengarkan suara hati saya.
selama beberapa waktu belakangan, saya merasa sendirian. meskipun saya berkumpul bersama teman2, -bercerita, tertawa- tapi saya masih merasa sendiri. dan kini saya mencari apa yang menyebabkan saya menjadi melankolis dalam kesendirian ini.
saya diam, dengan mukena yang masih membalut tubuh saya. saya menutup kedua mata, menjelajahi pikiran, menilik kedalam hati dan perasaan. lama, dan saya hanya merasakan hampa. saya menderita. dan hati saya sakit tiap kali saya menyusuri liku perasaan yang kian sunyi. hanya nama Allah yang saya gaungkan di hati ini. berpasrah dan memohon ketenangan.. menengadah untuk mencari perlindungan. tak dapat saya pungkiri lagi, merasa sendiri karena jauh dari manusia amatlah sedih, namun merasa hampa karena jauh dari ALLAH sedemikian menderita.
lalu saya mencari ketenangan dengan membaca Al Qur'an. setiap kata menjadi embun sejuk dalam dada. surat Al Fath telah sampai d penghujungnya. saya membuka lagi mulai ayat pertama dan mendalami maknanya, dan dengan terus berharap hati saya mendapatkan ketenangan. untaian kalimat penuh makna itu menyusup dalam jiwa, membawa tenteram yang dalam. lalu mengalirkan sungai air mata di pipi saya.
hanya mampu menunduk, dengan isak tangis yang makin menjadi saat saya baca ''Dia-lah yang telah menurunkan ketenangan ke dalam hati orang-orang mukmin supaya keimanan mereka bertambah di samping keimanan mereka (yang telah ada). Dan kepunyaan Allah-lah tentara langit dan bumi dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana'' (QS Al-Fath : 4)
''Sesungguhnya Allah telah ridha terhadap orang-orang mukmin ketika mereka berjanji setia kepadamu di bawah pohon, maka Allah mengetahui apa yang ada dalam hati mereka lalu menurunkan ketenangan atas mereka dengan memberi balasan kepada mereka dengan kemenangan yang dekat (waktunya) '' (QS Al-Fath : 18)
nyatalah sekarang ketenangan dalam diri saya. karena saya sadar, Allah mengingatkan saya untuk terus mendekat pada-Nya. dan bahwa sesungguhnya Allah tak pernah meninggalkan saya.
Langganan:
Postingan (Atom)






