Tampilkan postingan dengan label Jalan Hidup. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jalan Hidup. Tampilkan semua postingan

Kamis, 08 Maret 2012

Inikah........???

Berucap manis diawal namun tak mencukupi segala keindahan itu sesuai dengan ucapan. Manusia bukan tempat pengharapan, ia akan melewatkan perkara yang dirasa sudah mencukupi bagi kehidupannya.

Alami atau naluri emosi. Semuanya sama. Sederhana saja, maka kau akan tercukupkan segala karunia-Nya. Berprasangka baiklah maka yang kau anggap sebuah keburukan akan terbungkus dengan segala keindahan


Merendahlah serendah kaki melangkah pada kehati-hatian perjalanan. Ia akan berdegap pada tanah yang menentramkan segala peluh, segala was-was dan segala kekecewaanmu. Sambil berucap, "cukup bagiku Allah"


Berpandangan luaslah, seluas pandanganmu melihat hamparan laut yang tak berujung. Airnya berombak, Ia berkejaran, ia bergelombang, ia menyapu desir-desir pasir dipantai, memberikan rasa nyaman bagi kehidupan ikan dan berbagai mahluk ciptaan-Nya.


Maka, sepantasnyalah kita berkeyakinan sepenuh hati tanpa mengingkari secuil perkara kehidupan ini. Apa-apa yang kau nikmati, sedikitpun haruslah kau berbagi. Memberi kepada yang tak mampu, berbagi untuk saling melengkapi dan mengajarkan kepada yang tak paham.


Indahnya hidup ini akan kau nikmati ketika engkau telah lebih banyak untuk memberi. Memberi apa saja yang kau miliki, memberi apa saja yang paling kau cintai. Memberi. Kau akan lebih berarti memahami hakikat hidup yang hakiki!





Tanks to kanda..... kesabaranmu mengajariku untuk lebih kuat....
mengamini semua doamu, dan segala limpahan rahmatullah.... 

Minggu, 22 Januari 2012

PERTARUNGAN DUA CINTA

Add caption

Malam semakin renta, dan dini hari menjelang, tepat pukul 03.25 dini hari.Nampak dari kejauhan dari sebuah kamar rumah kecil  berlantai dua masih tampak terang benderang cahaya lampunya.Rupanya ada penghuni rumahnya, wanita muda yang malam itu nampak raut kegundahan dari parasnya . 

“Tuhan, jika Engkau menciptakan cinta…mengapa  aku tersakiti?”
“Jika Engkau menciptakan Rasa…mengapa aku gundah gulana?’”

Add caption
Ya..wanita muda itu sedang merasakan pergumulan batin yang luar biasa  berkecamuk dalam dirinya.Rasa cintanya pada seorang pemuda  yang luar biasa, namun disisi lain betapa kesadaran penuh cinta itu justru menjadi musuhnya, sangat mengganggu jiwanya, sehingga dia amatlah galau, gundah gulana.


Ada apakah sebenarnya??Mungkinkah cerita itu terjadi pada kita semua?
Saat cinta kita pada seseorang atau pada orang yang belum halal  bahkan sudah halal pun menjadi musuh bagi kita? Mungkinsaja.Semua itu bisa terjadi pada siapa saja.

Cinta yang hadir  dengan tidak berada dalam misi cintanya Allah,cinta pada apapun yang tidak berada dalam  koridor Karena Allah.dan itu sangatlah getir dan sakit.Ketika harus memilih antara dua cinta yang bergumul dan berseteru dalam  hati dan jiwa kita.Sebuah dilema bahkan pernah juga dirasakan oleh para nabi dan Rasul yang dibingkai Allah menjadi ibroh  abadi sepanjang zaman.

Adalah  Nabi Nuh, yang dengan segenap cintanya , sepenuh hatinya masih berusaha menyelamatkan keluarganya saat badai tsunami datang.Betapa tidak.Pertarungan sengit dalam batinnya, antara cintanya pada istri dan anaknya dengan cintanya pada Allah yang lebih berat dirasakannya.Ketika kenyataan menghadapkannya memilih, ia memilih Tuhannya, Allah Subhanahu wata’ala.

Sejarah akan berulang  dengan pelaku  yang berbeda,mengertilah sekarang  siapapun kita sangat mungkin akan bisa mengalami hal serupa, mengertilah itu adalah takdir kehidupan  saat – saat dimana kita harus  berani memutuskan pilihan dari dua cinta yang tidak mungkin dipertemukan semua ada ditangan kita.

Tidak selamanya berakhir tragis , ada cinta yang singkron dan berakhir bahagia.Seperti cinta Muhammad dan Khadijah.Cinta atau cinta Yusuf dan Zulaikha juga cerita adam dan hawa.

Dilema seperti ini adalah bentuk cobaan yang Allah berikan pada Ummatnya yang dikemas dalam polesan keindahan duniawi dan manisnya cinta dunia.Godaan dan ujian yang terberat dirasakan  wanita muda itu.saat “bentuk” berhadapan dengan  “makna”,  saat “ rupa “ menantang  “jiwa” dan jika dia memilih bentuk dan rupa maka konsekuensinya dia akan mengganti harga kenikmatannya dengan makna dan jiwa yang jauh lebih mahal.
Itu semua adalah jika harus memilih.Beda ceritanya jika  bentuk bertaut dengan makna, dan rupa berpeluk jiwa.Dan tentu saja itu adalah puncak kenikmatan dunia akhirat tatkala menikah dengan seorang pemuda yang shalih, cerdas dan tampan sekaligus.Seperti Zulaikha kepada Yusuf.Tidak gampang memang.Tapi itu mungkin. Wallahu’alam bishowab.


Minggu, 18 Desember 2011

Muhammad SAW,Super Entrepreneur Super Leader. ( Part 1)


By: Lovely Husna)*Director of Student Entrepreneurship department (SED)  UMY


Konsep ekonomi islam yang pelan namun pasti menggeser perekonomian sistem kapitalis.Perhatian terhadap aspek bisnis Rasulullah mulai mengemuka. Muhammad SAW adalah tokoh yang tepat.Bukan Cuma teori  namun juga  mengalami sendiri menjadi entrepreneur  dari kecil dan dengan usaha yang kecil.Perbedaan yang berarti dalam priode kehidupan berikutnya.
Muhammad SAW lebih dikenal sebagai seorang Nabi dan rasul,pemimpin negara dan panglima militer.Padahal sebagaian besar hidup beliau adalah seorang pembisnis.Pertama kali diajak berdagang oleh pamannya diusia 12 tahun  sampai menjelang menerima wahyu ( beliau berumur sekitar 37 tahun).Artinya selama kurang lebih 25 tahun menjadi Entrepreneur.Waktu yang lebih lama dibanding masa beliau menjadi rasul yaitu sekitar 23 tahun.Apa sih.. sebenarnya yang bisa menjadikan Rasulullah Entrepreneur dan Leader  yang handal??

Masa kecil pembentukan Jiwa Entrepreneurship
Sikap entrepreneurship beliau  tidak mak bedunduk)* tapi hasil dari suatu proses yang panjang. Sebuah penelitian terhadap beberapa pemimpin yang dilakukan oleh Manfred Kets de Vries (1995) berkesimpulan bahwa kehidupan masakecil menimbulkan dorongan untuk memimpin.Dan Muhammad SAW mempunyai pengalaman yang pahit dengan terlahir menjadi anak yatim,yatim piyatu sejak berumur 6 tahun ,Diasuh berpindah pindah.Dan terakhir beliau diasuh pamannya yang bekerja sebagai pekerja “serabutan”sehingga tak jarang membuat Muhammad kecil harus membantu perekonomian keluarga pamannya.
 Mengembala ternak adalah pekerjaan yang umum dilakukan oleh para nabi dan rasul juga dilakukan Muhammad waktu itu . Bersabda Rasulullah” Allah tidak mengutus seorang nabi melainkan dia itu pernah menggembala ternak,dan aku menggembalakan kambing penduduk dengan Makkah dengan upah beberapa qirath”

 Latar belakang masa kecil seperti inilah tentu sangat berpengaruh dalam pembentukan jiwa entrepreneurship yang Muhammad SAW pilih sebagai profesi dikemudian hari.Latar belakang seperti ini pula yang menjadi factor beliau menjadi seorang pemimpin yang ideal dan mempunyai kepedulian yang tinggi terhadap orang – orang yang kurang beruntung.

Lantas apa yang bisa kita ambil maknanya dalam sedikit penggalan cerita ini….??? Bagaimana dg kita ??
Saya  tunggu ulasan pemikiranmu ke email: syatila27husna@gmail.com. 
* mak bedunduk: Tiba – tiba dalam bahasa jawa.






Sabtu, 12 November 2011

KENDARAAN HIDUP KITA* Jika Jalan Kita Salah,Maka Berhentilah.


Laju motor yang saya boncengi  bersama seorang teman disiang terik itu kira – kira 40 km/ jam ditengah lalu lintas yang padat di tengah  kota Yogyakarta. Kota yang paling nyaman dibanding kota lain yang pernah saya tinggali, namun semakin lama Yogyakarta terasa semakin padat dan macet khas kota metropolitan yang lain.Kendaraan semakin banyak dan polusi dimana – mana.

Saya tidak ingin membahas sisi polusi kota Yogyakarta,saya ingin bercerita kejadian siang itu tepatnya di bangjo)* jalan Jendral Sudirman depan Tokobuku Gramedia, harusnya kalau dari arah tugu  pengendara harus mengambil arah kiri atau kanan dan tidak boleh lurus.tapi ternyata saat lampu hijau dengan  “pede”nya teman yang membonceng saya tersebut melaju lurus  tentu saja saya teriak – teriak menyuruh dia berhenti.
“kenapa sih?. Ini benar tau….”kata teman saya menanggapi reaksi saya tersebut.
Dan benar saja,tidak sampai lima menit kami langsung disusul pak polosi lalulintas muda yang segera mencegat kami,dan pasti taukan cerita selanjutnya….?

Andaikan tadi saya yang nyetir didepan,mungkin tidak begini jadinya maklum mahasiswa, uang sepuluh duapuluh ribu itu sangat berharga bagi kami untuk menyambung nyawa ( Lebay…) karena itu jatah makan selama beberapa hari. ceritanya mahasiswa ngeles didepan pak polisi,beda nyatanya jika pengusaha merangkap mahasiswa.hehehe…..(tambah lebayy….)

Sebelum bicara ngelantur  lebih jauh. Mari kita mengambil hikmah dalam cerita diatas apakah hikmah yang bisa diambil didalamnya?.Lihatlah rambu – rambu dengan benar..?Jangan suka bercanda dijalan..? Jangan suka nge_les didepan pak polisi..? jangan berkendara dijalan macet..? hahaha…. BUKAN.

Ijinkanlah saya bertanya, “Siapa yang mengendarai motor saya…? Yup.Benar, teman saya yang tidak “Melek” rambu dan saya yang percaya jadi pembonceng.Lantas apa istimewanya..?.Harusnya saat saya yang punya dan tau tujuannya sayalah yang harus memboncengnya.

Sekarang bagaimana jika hal itu terjadi dalam motor atau mobil kehidupan kita ?”.Siapakah  yang mengendarai motor atau mobil kehidupan kita ?  Pastikan bahwa jawabannya bukan pasangan, bukan orang tua ataupun boss kita . Kitalah sebenarnya yang mengendarai mobil kehidupan sendiri. Jadi, baik buruk atau sukses tidaknya bukan tergantung pada orang lain, dan janganlah menyalahkan orang lain. Dan, keberhasilannya tergantung di tangan kita sendiri. Agar optimal, ada 4 pembelajaran penting untuk kendalikan mobil kehidupan kita.

Pertama, Tahu kapan untuk start! Semua kesuksesan di bidang apa pun tentunya harus dimulai dari sebuah titik yang namanya start. Dalam hal ini untuk mencapai apa yang akan kita raih tentunya kita harus sudah tahu terlebih dahulu apa yang akan kita capai,kemana tujuannya,tentukan mimpi kita dengan detail, persiapan – persiapan apa saja yang harus kita lakukan. Ibarat seperti akan mengendarai mobil, dalam tahapan ini kita sebut sebagai tahap untuk kita memanaskan terlebih dahulu mesin mobil kita.

Dalam tahap ini pun kita dapat berkonsultasi dengan orang – orang yang tepat, dengan mereka – mereka yang terlebih dahulu sudah berhasil. Tahapan inilah yang merupakan tahapan yang sangat penting yang akan akhirnya membawa kita mencapai ke puncak sukses. Hanya saja banyak orang juga yang sudah sampai di tahap ini, tetapi mereka hanya sampai di tahap persiapan ini saja. Ibarat sudah memanaskan mesin mobil, tetapi hanya sampai memanaskan mesin mobilnya saja dan tidak kunjung menjalankan mobilnya.Alias CUMI (Cuma Mimpi.)

Kesuksesan yang akan kita raih tentunya bukan tergantung berapa banyak yang kita tahu, bukan hanya seberapa hebat perencanaan kita, tetapi seberapa banyak tindakan yang kita lakukan. Beberapa orang yang saya kenal yang mungkin tidak begitu ahli dalam melakukan perencanaan bahkan dalam sisi pengetahuan pun cenderung masuk dalam kategori yang biasa – biasa saja, tetapi dalam beberapa tahun saja, kehidupan mereka mengalami perubahan yang luar biasa. Hal ini dikarenakan mereka berani untuk mengambill tindakan dan berani untuk memulai. Bagaimanakah dengan kita, sudahkah kitaa memulai apa yang kita rencanakan?


Kedua, tahu kapan untuk tancap gas . Tentunya bukan saat dikejar POLANTAS seperti teman saya waktu itu.hehehe….Kadang kala tidak selamanya kita ada di jalan yang macet bukan? Saat jalanan sepi dan kita merasa yakin, tentunya kita pun dapat mempercepat laju mobil kita. Begitu pula dengan perjalanan kesuksesan kita, kita pun perlu tahu kapan saatnya kita mempercepat apa yang kita lakukan. Proses mempercepat ini bisa saja dilakukan dengan menambah skill dan keahlian kita,belajar dan  belajar lebih lagi dengan mentor yang sudah lebih berhasil,media pendidikan yang tepat, membuat tim yang solid yang akan mendorong kesuksesan menjadi lebih cepat, jeli dalam membaca peluang – peluang yang ada. Jadi, Sudahkan saat ini kita melakukan proses “tancap gas” dalam mengendarai mobil kehidupan kita?

Ketiga, Tahu kapan untuk  slow dan done.Kadang dalam menjalani mobil kehidupan dan saat kita melaju untuk memcapai target mimpi – pimpi kita adakalanya kita tidak tau harus kemana lagi,cara apa yang harus kita lakukan, dan arah mana yang harus kita tempuh.Bahkan mungkin andai  kita sudah merasa yakinpun ternyata dihadapkan padakondisi yang salah jalan.

“ Jika jalanmu salah,maka berhentilah “

Dalam tahapan ini cobalah sejenak untuk berhenti dan berfikir,kita sudah berada diposisi jalan yang mana, dimana letak kesalahannya.Intropeksi( Muhasabah) ulang perjalanan kita. Berhenti sejenak supaya kita bisa melaju lebih kencang lagi.Sebelum kepada tahapan selanjutnya yaitu  tahapan untuk kita re-kreasi (menciptakan ulang) sekaligus meng-apreasiasi apa yang telah kita raih. Disinilah mesin mobil kita dirawat atauun di-charge kembali.

Banyak orang yang terobsesi terus-menerus menjalankan mobilnya, namun kemudian mogok di tengah jalan karena mesinnya kepanasan. Ataupun, banyak pula yang terus bekerja namun, tidak sempat menikmati ataupun mengapreasiasi sama sekali apa yang telah dicapainya.Sebaik – baik apresiasi adalah bersyukur, dan bersyukur.

Akhirnya,ketika sudah berhenti dan tau letak dimana posisi kita  perlu juga tahapan dimana kita tahu kapan harus banting setir mobil tatkala kita melihat ke depan bahwa jalanan yang tersedia, tidak mungkin dilalui,salah jalan seperti cerita saya diatas  ataupun macet total. Disinilah kita perlu memikirkan apa langkah selanjutnya sehingga mobil kita bisa sampai ke tujuan. Sama halnya dalam kehidupan, ketika bisnis di depan mata tampaknya macet dan terlalu berisiko, mungkin saatnya bagi kita untuk bantiung setir, mencoba cara lain ataupun akhirnya memutuskan menjalankan bisnis yang berbeda. Kita harus jeli melihat kondisi jalan di depan dan bukannya dengan ngotot menerjang ke dalam arus kemacetan.Dan jangan takut ketika dikatakan Plin-plan.sama sekali bukan.

Walau saya masih tahap mimpi (Afirmasi tingkat tinggi..hehehe...) untuk punya mobil sendiri,namun setidaknya saya sudah bisa nyetir dan membayangkan merawat mobil.Jika mesin mobil saja dirawat dengan begitu telaten, apalagi dengan mesin tubuh kita yang harganya beratus-ratus kali lipat dari mobil yang kita kendarai…! So… balancing your life..Mestinya kita bijak!

 
Copyright © Pelangi Hati Husna. All rights reserved.
Blogger template created by Templates Block | Start My Salary
Designed by Santhosh