Tampilkan postingan dengan label Ekonomi Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ekonomi Islam. Tampilkan semua postingan

Senin, 20 Mei 2013

Education Of Islamic Economics For Children


"Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah. Kedua orang tuanya lah yang menjadikannya nasrani, yahudi atau majusi.
(HR. Bukhari).
                                                                                             

Selamat  Anda Telah menjadi Orang Tua…….
Seorang bayi mungil yang lahir dari cinta kasih kita, adalah karunia Allah yang tak terhingga.Dia adalah curahan kasih sayang kita para orang tua.Menyaksikan dia tumbuh,mengasuh dan mendidik dengan penuh cinta dan kasih sayang adalah kebahagiaan bagi setiap orang tua. Bahkan sejak dalam kandungan kita telah memberikan dasar – dasar pendidikan. Jika anak sejak dini telah mendapatkan pendidikan Islam, ia akan tumbuh menjadi insan yang mencintai Allah dan Rasul-nya serta berbakti kepada orangtuanya.
Orang tua sudah seharusnya mempersiapkan masa depan anak dengan baik agar mampu menghadapi perubahan dan perkembangan zaman yang semakin menantang  anak kita tidak hidup dizaman kita tetapi akan hidup di zamannya.Seperti Sabda Rasulullah:

“Didiklah anak-anakmu sesuai dengan zamannya” (al-Hadist)
 
Suatu hari  'Uqbah bin Abi Sufyan menyerahkan anaknya kepada seorang guru, ia mengatakan," Hendaklah yang pertama kali Engkau lakukan untuk memperbaiki anakku adalah memperbaiki dirimu sendiri, karena penglihatan mata mereka adalah tertumpu pada penglihatanmu; apa yang baik pada mereka adalah apa yang menurutmu dianggap baik, dan yang jelek pada mereka adalah apa yang menurutmu dianggap jelek. Ajarkanlah kepada mereka biografi orang-orang bijak dan akhlak orang-orang berbudi; ancamlah mereka dengan diriku dan didiklah mereka tanpa membandingkan dengan diriku; Jadilah Engkau seorang dokter yang tidak memberikan resp obat sampai mengetahui penyakit yang diderita pasien; janganlah Engkau membatasi hanya kepada sesuatu yang tidak bisa aku lakukan, karena sesungguhnya aku telah mempercayakan sepenuhnya akan anakku."

 Ayah, bunda….

Jika para orang tua dengan penuh cinta  dan sadar  bertanggung jawab atas pendidikan anak, dan atas pembentukan dan persiapan mereka menghadapi kehidupan, maka sudah barang tentu harus mengetahui dengan jelas dan pasti akan konsep, proses dan  batas-batasnya.

Bagaimana  tahapan  yang sempurna, dan tentang berbagai dimensi yang memiliki visi yang jelas, sehingga orang tua mampu menegakkan tanggung jawab dengan sempurna dan penuh makna cinta dan ibadah.


Artikel ini hanya pengantar buku yang saya persembahan bagi para pendidik dan para  orang tua untuk lebih menyadari pentingnya pendidikan ekonomi  Islam sebagai bagian dari project terhebat sepanjang zaman bernama ” Tarbiyatul Aulad  “ sebuah keniscayaan yang tidak bisa terpisahkan dalam kehidupan kita.
 “Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka……., Q.S. A-Tahrim/66: 6
 Salam Peluk untuk nanda tercinta......

BELAJAR EKONOMI ADALAH BELAJAR ISLAM


BELAJAR EKONOMI ADALAH BELAJAR ISLAM, Karena Islam adalah Ekonomi itu sendiri.
Banyak yang berfikir bahwa belajar ekonomi adalah belajar memahami mekanisme ekonomi, belajar memecahkan masalah ekonomi dengan mengetahui berbagai cara kemudahan mendapatkan harta, mendapatkan kekayaan. Hal ini tidak dapat disalahkan mengingat sejak awal ilmu ini lekat dengan persepsi bahwa ilmu ini mampu membuat manusia dapat memaksimalkan kepuasannya terhadap harta dan segala bentuk kenikmatan. Tak dapat dipungkiri, kecenderungan dan kecintaan manusia pada semua bentuk kenikmatan semakin memperkuat persepsi dan akhirnya fungsi ilmu ekonomi bagi orang mempelajarinya. Apakah betul demikian? Bagaimana Islam memandang ilmu ini?

Dalam Islam, ilmu ekonomi pada dasarnya merupakan ilmu yang tidak terpisahkan dengan agama. Dengan kata lain ekonomi adalah Islam itu sendiri dengan wajah ekonomi, dengan bahasa dan wilayah bahasan ekonomi. Ekonomi merupakan bahasa Islam atas semua aktifitas, pengetahuan dan apa saja yang terkait dengan penyikapan manusia terhadap kenikmatan dunia, terhadap faktor produksi atau sumber daya ekonomi. Oleh sebab itu kegunaan ekonomi sudah semestinya tidak lepas dari fungsi Islam itu sendiri.

Apa fungsi Islam? Ya sederhananya, Islam merupakan instrumen agar manusia menjadi manusia yang diinginkan Tuhan, yaitu manusia yang selalu menyembah, mengabdi dan tunduk pada-Nya. Dengan demikian, Ekonomi dapat difungsikan sebagai alat bagi manusia untuk tetap menjadi manusia dalam segala aktifitas yang terkait dengan harta, dengan segala kenikmatan dunia. Aktifitas seperti apa yang membuat manusia tetap menjadi manusia yang diinginkan Tuhan?

Jika tadi sudah kita klarifikasi bahwa persepsi manusia secara umum yang menganggap ekonomi adalah alat untuk mendapatkan harta sebanyak-banyaknya dalam rangka memaksimalkan kepuasannya atas segala jenis kenikmatan, maka dalam Islam fungsi ekonomi boleh jadi bermakna sebaliknya. Ekonomi yang dikenali sebagai jalan untuk mengenal harta dan kemudian mendapatkannya, dalam Islam tidak bermakna berlebihan hingga memuaskan diri tanpa batas. Bahkan terkesan ekonomi dalam Islam adalah alat untuk mengenal harta dengan segala tabiat harta, daya tariknya, kecenderungan manusia padanya untuk kemudian tidak terjebak dan terlena dengan semua itu. Cukup saja mengenal dan kemudian dapat mengambil apa yang cukup bagi manusia untuk menjalankan aktifitas utama kemanusiaan yaitu ibadah. Jikapun ada kesempatan dan kemudahan untuk mendapatkan harta, sepatutnya dilihat sebagai kasih sayang Tuhan pada manusia agar ia dapat memaksimalkan ibadahnya pada Tuhan dengan memberikan kesempatan manusia lain untuk bisa terpenuhi kebutuhannya sehingga mereka terlepas dari kendala ekonomi yang pasti menghalangi aktifitas utama kemanusiaan mereka yaitu beribadah kepada Tuhan.

Ya dengan kata lain, mempelajari ekonomi bukan untuk berdekat-dekat dengan harta dan akrab dengannya, sehingga terlena dengan segala kenikmatan yang menjadi tabiatnya, tetapi malah menjauhi, memutuskan segala kecenderungan dan keterikatan dengan harta. Kecintaan padanya harus diputuskan dengan pengetahuan tentang tabiatnya dan pengetahuan karakteristik manusia itu sendiri yang kecintaannya amat sangat pada harta. Oleh karena itu, kesuksesan ekonomi seseorang bukan dilihat dari semakin banyaknya harta pada orang tersebut tetapi semakin jauhnya ia dari harta. Manusia sukses secara ekonomi itu jauh dari harta bukan karena kondisi yang bersifat terpaksa, tetapi karena memang secara sadar ia mengambil pilihan untuk jauh dari harta dengan segala kenikmatannya. Terkesan mitos? Teori? Tidak mungkin? Tidak, sama sekali tidak. Sudah pernah bukan hanya seorang tetapi sekelompok manusia pernah hadir di dunia ini dengan memilih sikap hidup seperti itu. Mereka menorehkan sejarah dengan tinta emas dalam peradaban manusia. Mereka mengantarkan manusia pada derajad kemanusiaan tertinggi di mata Tuhan dan manusia itu sendiri.

Dan akhirnya kemakmuran ekonomi memiliki definisinya sendiri, yaitu kasih sayang Tuhan pada mereka yang mengantarkan mereka pada keselamatan dunia dalam definisi yang sebenarnya. Ya pada akhirnya, ekonomi bukan mewujudkan peradaban kehidupan manusia dengan bentuk kemegahan fisik tetapi keluasan hati yang selalu tunduk pada Tuhan, keharmonisan hidup yang selalu terjaga rasa persaudaraan dan berbagi diantara manusia. Dan puncaknya ekonomi mengantarkan manusia pada obsesi tunggalnya yaitu syurga.

Minggu, 22 Juli 2012

KEPASRAHAN YANG MENGUATKAN. * detik - detik Presentasi PIMNAS 25


Segala tekanan yang kami rasakan selama berminggu – minggu, dan puncaknya semua terakumulasi pada tanggal 9 Juli 2012 . Segala penat, lelah, tegang satu hal yang menjadi hikmah segala sesuatu yang sempurna itu memang harus dipersiapkan jauh – jauh hari dan siapa yang menguasai informasi dialah yang menguasai dunia.

Bagaimana tidak dengan persiapan yang mendadak dan semuanya harus dipersiapkan dengan sempurna dalam waktu dekat, sangat singkat.Meski begitu selama dua hari dari pagi sampai sore, saya dan dua rekan kelompok , Muhibbudin Ahmad dan Fauzia Wulandari tetap optimis dan pasrah pada kehendak Allah. Satu hal yang kami yakini, Insyaallah kami bisa.

Dan benar saja, hari pertama berlalu dengan tidak tepatnya belum menampilkan kelompok kami. Disusul hari berikutnya, dari pagi sampai siang belum juga kelompok kami dipanggil, suasana cemas, dag – dig – dug tak karuan.Semua kelompok yang sudah tampil adalah kelompok universitas  terbaik seindonesia, dengan tampilan yang kreatif dan penuh inovasi membuat kami terasa tak berdaya. Mungkin saja Allah berkehendak lain, saat saya tanyakan pada panitia selepas dzuhur nanti tinggal dua kelompok yang belum dan salah satunya kami.
Laa khaula wa la Quwwata ila billah......

Pasrah....
Kupasrahkan jiwa dan ragaku pada sujut dhuhur waktu itu.....
Pasrah dan benar- benar pasrah, apapun yang akan terjadi nanti semuanya adalah kehendak MU ya Rabb....


Kata Muhibbudin Ahmad :
" Doaku saat di ruang presentasi: "Ya Allah.. bila lolos, program kami ini akan menjadi syiar agamamu dan ijinkanlah hamba (kami) yang mendapat kehormatan untuk memperjuangkan tegaknya syiarMu lewat program ini."
Doa Ita Husnatin:
 "Ya Allah kupasrahkan segala urusanku kepadamu dg sepenuh pasrah."

Dan ternyata sekali lagi Allah menunjukkan kebesaranNya.Saat kepasrahan yang tertinggi  disitulah tempat datangnya pertolongan dan petunjuk. Allahu Akbar...
Alhamdulillah kami menjadi penutup penampilan terakhir acara lomba PIMNAS25 DIKTI  KEMENDIKNAS. Yang lebih membahagiakan, kami melakukannya dengan lancar :).



Selasa, 28 Februari 2012

ISLAMIC FINANCIAL PLANNING FOR COLLAGE STUDENT, APA PENTINGNYA...??




Memangnya anak kuliah butuh financial planning.. ???


Wadooww….Gaji aja lom punya apa  yang musti di Planning???


Hmm…ini nech yang suka mikir kaya gitu,padahal semua orang butuh yang namanya perencanaan,termasuk keuangan lho….


Gak cuma  yang sudah nikah aja,tapi mulai dari anak kuliahan, first jobber, yang baru mau nikah,ataupun newlywed, yang punya pacar ataupun yang masih jomblo.

Jangan mikir orang kaya atau yang gajinya gede aja yang butuh financial planning,terus anak kuliahan yang mengandalkan kiriman ortu gak butuh?. Coba dilihat lagi dech…kita dapat uang saku dari ortu, ada yang dikasih mingguan, bulanan, tahunan…atau winduan (hehehehe yang ini kebangetannn…:D)


Terus kapan mulainya…..???

Sejak kita pegang harusnya mulai sadar mengelola keuangan pribadi dengan baik dan tepat.


Sebagai mahasiswa  smart…coba dech hilangin dikiitt aja fikiran easy come…easy go.Jangan Cuma mikir karena ini uang saku dari ortu yang dapatnya gampang, tinggal mogok doing…hehehe.Terus bisa  langsung dibelanjain ampe habis, ludes…amblass.. ya..?? Hayoo ngaku..??hehehe…


Sebagai seorang muslim juga, kita semua tau apa yang diamanahkan pada kita termasuk uang dari ortu akan diminta kalkulasi pertanggung jawabannya dihadapan Allah.Bagaimana kita mengelolanya sesuai syariat Islam.


Tau gak sih guys….kebiasaan mengelola keuangan dengan cerdas sebelum dan selama kuliah memiliki dampak yang Ruarr biasa besar dimasa yang akan datang.


Gak Cuma fisik kece…yang cantik yang ganteng..body keren.kesehatan keuangan juga perludiperhatikan.Nah…kesehatan keuangan berkaitan langsung dengan teknik pengelolaan keuangan yang cerdas . 

Cerdas financial planning sekarang, bisa membantu mencapai tujuan dan meraih kesuksesan lebih cepat. Untuk merencanakan masa depan, kita harus mempunyai visi yang jelas.

Dan ini semua bisa dimulai dengan menentukan perencanaan, langkah apa yang akan diambil.Tentukan target waktu untuk setiap perencanaan kita tadi.Saat penghasilan sudah mengalami peningkatan, usahakan terus menyisihkan sebagian dan diinvestasikan agar tujuan Anda di masa depan bisa tercapai.

Tujuan hidup kita  penting, dan make sure kita  punya uang untuk membuat jadi kenyataan. Happy Fin- Planning . = Smart people....:)

Minggu, 18 Desember 2011

Muhammad SAW,Super Entrepreneur Super Leader. ( Part 1)


By: Lovely Husna)*Director of Student Entrepreneurship department (SED)  UMY


Konsep ekonomi islam yang pelan namun pasti menggeser perekonomian sistem kapitalis.Perhatian terhadap aspek bisnis Rasulullah mulai mengemuka. Muhammad SAW adalah tokoh yang tepat.Bukan Cuma teori  namun juga  mengalami sendiri menjadi entrepreneur  dari kecil dan dengan usaha yang kecil.Perbedaan yang berarti dalam priode kehidupan berikutnya.
Muhammad SAW lebih dikenal sebagai seorang Nabi dan rasul,pemimpin negara dan panglima militer.Padahal sebagaian besar hidup beliau adalah seorang pembisnis.Pertama kali diajak berdagang oleh pamannya diusia 12 tahun  sampai menjelang menerima wahyu ( beliau berumur sekitar 37 tahun).Artinya selama kurang lebih 25 tahun menjadi Entrepreneur.Waktu yang lebih lama dibanding masa beliau menjadi rasul yaitu sekitar 23 tahun.Apa sih.. sebenarnya yang bisa menjadikan Rasulullah Entrepreneur dan Leader  yang handal??

Masa kecil pembentukan Jiwa Entrepreneurship
Sikap entrepreneurship beliau  tidak mak bedunduk)* tapi hasil dari suatu proses yang panjang. Sebuah penelitian terhadap beberapa pemimpin yang dilakukan oleh Manfred Kets de Vries (1995) berkesimpulan bahwa kehidupan masakecil menimbulkan dorongan untuk memimpin.Dan Muhammad SAW mempunyai pengalaman yang pahit dengan terlahir menjadi anak yatim,yatim piyatu sejak berumur 6 tahun ,Diasuh berpindah pindah.Dan terakhir beliau diasuh pamannya yang bekerja sebagai pekerja “serabutan”sehingga tak jarang membuat Muhammad kecil harus membantu perekonomian keluarga pamannya.
 Mengembala ternak adalah pekerjaan yang umum dilakukan oleh para nabi dan rasul juga dilakukan Muhammad waktu itu . Bersabda Rasulullah” Allah tidak mengutus seorang nabi melainkan dia itu pernah menggembala ternak,dan aku menggembalakan kambing penduduk dengan Makkah dengan upah beberapa qirath”

 Latar belakang masa kecil seperti inilah tentu sangat berpengaruh dalam pembentukan jiwa entrepreneurship yang Muhammad SAW pilih sebagai profesi dikemudian hari.Latar belakang seperti ini pula yang menjadi factor beliau menjadi seorang pemimpin yang ideal dan mempunyai kepedulian yang tinggi terhadap orang – orang yang kurang beruntung.

Lantas apa yang bisa kita ambil maknanya dalam sedikit penggalan cerita ini….??? Bagaimana dg kita ??
Saya  tunggu ulasan pemikiranmu ke email: syatila27husna@gmail.com. 
* mak bedunduk: Tiba – tiba dalam bahasa jawa.






 
Copyright © Pelangi Hati Husna. All rights reserved.
Blogger template created by Templates Block | Start My Salary
Designed by Santhosh