Sabtu, 19 November 2011

Mereka Bilang Saya "Macho".....


“kamu kok macho banget sih….”

“emang dasar preman….”

“Tampilan muslimah,  mental bajak laut…….”

Kata – kata itu  sudah tidak asing lagi bagi saya. Ya… mereka bilang saya macho.Mungkin karena sikap saya yang tidak mau mengalah dengan keadaan  dimana teman wanita yang  sering mundur dalam situasi tertentu saya malah menantang. Atau karena saya yang kurang feminim karena walaupun penampilan harian sering pakai gamis  plus jilbab gondrong tapi suka bawa – bawa rangsel. Mungkin juga karena saya yang tidak suka memakai aksesoris cewe atau yang jalannya “slonong boy”, dan tidak bisa gemulai dan bersuara manja seperti layaknya teman- teman cewek di kampus saya.


Entahlah, itu  hanya dugaan saya saja, yang jelas ketika saya mendapatkan pernyataan seperti itu saya tidak pernah mengomentari lebih lanjut  atau menanyakan. Nyengir dengan deretan gigi besar berbehel yang menurut saya adalah senyum termanis   sedunia…( Jiaahhh...…:D)


Sebenarnya apa sih yang disebut “macho “ itu? Bukannya itu sebutan untuk cowok.Biasanya sebutan itu untuk cowok yang berbadan kekar, dada bidang ditumbuhi bulu, hidung mancung, akan bilang laki-laki itu baru macho.OMG… apa saya tampak seperti itu? Hehehe…serasa geli sendiri.Piss…!! saya Gay…Bukan Lesbi...#Uppss…)

Memang  ada  wanita macho? Menurut saya “Macho” itu bukan  sebatas  masalah  penampilan namun sikap, pola pikir, mental dan visi hidup. Seorang wanita dikatakan “Macho” bukan berarti dia berbadan kekar, jalan slonong boy atau terlihat benar – benar kuat, tidak pernah menangis.Bukan.Saya juga suka nangis kalau lagi sedih, suka ke salon,  hoby belanja aksesoris  cewe, senyumnya manis, wajahnya juga gak butek - butek  amat…(hehehe…yang ini mah.. Narsis kebablasan…^_^)

Wanita bisa saja menjadi macho bahkan lebih macho dari pria  jika dia memiliki pola pikir, visi, dan sikap yang jelas dan tegas serta pribadi yang tidak mudah rapuh.Wanita yang terlihat tegar bukan berarti dia tidak punya masalah dan bisa  jadi masalahnya lebih berat daripada wanita yang terlihat rapuh, hanya saja… hidup yang mengajarinya  tidak ada tempatnya bersandar kecuali Allah dan menyelesaikan sendiri.


Dalam dunia sejarah Islam banyak sekali wanita – wanita “macho”  yang sungguh luar biasa, misalnya Ummu Amarah (Nusaibah ninti Kaab).Beliau ini terkenal dengan julukan "Sang perisai Rasulullah"
Waktu perang uhud, Nusaibah dgn gagah berada di sisi Rasulullah, melindungi beliau.
Khaulah binti Azwar.Beliau muncul waktu sedang penyerbuan ke syam (negeri yg sudah dikuasai Romawi) dgn berani maju lalu merobohkan para tentara kufar.Mengikuti pertempuran Marj Dabik, pertempuran antakia, dan penaklukan mesir.Beliau syahid di masa kekhalifahan Utsman bin Affan..
Asma binti Abu Bakar.Suami beliau adalah Zubair bin Awwam.Ketika anak beliau Abdullah bin Zubair disalib dan akan di hukum mati, akhirnya beliau tegar menyaksikan kepala anak tercintanya yg digantung penguasa zhalim Al Hajaj.
Lubabah binti Al Harits (Ummu Fadl).Beliau ini adalah istri paman Rasul (Abbas bin Abdul Muthalib).. Beliau ternyata wanita kedua yg masuk Islam setelah Khadijah,Beliau terkenal berani ngasih komentar dan natangin org2 jahiliyah!!  (mirip akyuuu…… gag iiaa ini ^^, ngarep lo….!!)
Ghaziyah binti Jabir
Ketika beliau masuk Islam, beliau mengalami siksaan luar biasa. Ia dikurung didalam ruangan sempit bagai kandang hewan, dijemur terlentang menghadang matahari dgn kaki dan tangan terikat erat dan badannya yg tertindih batu besar, lalu dibiarkan di situ tanpa minuman apalagi makanan,,

Itu contoh teladan sohabiyah yang kita lupakan sebagai sosok wanita – wanita “macho” dan masih banyak lagi wanita - wanita " macho" di sekitar kita .Bukan berarti mereka jadi "laki - laki" dan hilang sisi feminimnya. Perjuangan hidup seorang wanita yang mempunyai sikap dan visi yang kuat untuk meraih impian dan cita – citanya mau tidak mau menempa hidupnya juga  mentalnya untuk tidak cengenng dan lemah.Bukan berarti dia melupakan kodratnya sebagai seorang “tulang rusuk” dari pria.Wanita yang cantik, indah , dan sholihah adalah sebaik – baik perhiasan.Dan perhiasan yang terbaik adalah yang bisa memperindah pemiliknya….semoga saya bisa belajar untuk jadi wanita yang lebih “macho” .wallahu’alam Bishowab….





Ukhti.....Harapanku itu....


Ukhti......
Dibalik kehalusan tutur katanya dan lembut sikapnya
Lentik matanya yang tajam menyimpan penuh pesona
Ada gugusan cinta yang bersembunyi dari luhur budinya.....
Anggun, menawan, menarik perhatian semua
Cerdas jiwa  dan hatinya,  kreatif dan penuh inspirasi langkahnya
Percaya diri dan tidak pernah mundur dalam menggapai cita – cita
Semua orang pasti tertawan olehnya....
Duhai Ukhti......


Tanah Grogot, Pagi cerah 19 September 2009

Sabtu, 12 November 2011

KENDARAAN HIDUP KITA* Jika Jalan Kita Salah,Maka Berhentilah.


Laju motor yang saya boncengi  bersama seorang teman disiang terik itu kira – kira 40 km/ jam ditengah lalu lintas yang padat di tengah  kota Yogyakarta. Kota yang paling nyaman dibanding kota lain yang pernah saya tinggali, namun semakin lama Yogyakarta terasa semakin padat dan macet khas kota metropolitan yang lain.Kendaraan semakin banyak dan polusi dimana – mana.

Saya tidak ingin membahas sisi polusi kota Yogyakarta,saya ingin bercerita kejadian siang itu tepatnya di bangjo)* jalan Jendral Sudirman depan Tokobuku Gramedia, harusnya kalau dari arah tugu  pengendara harus mengambil arah kiri atau kanan dan tidak boleh lurus.tapi ternyata saat lampu hijau dengan  “pede”nya teman yang membonceng saya tersebut melaju lurus  tentu saja saya teriak – teriak menyuruh dia berhenti.
“kenapa sih?. Ini benar tau….”kata teman saya menanggapi reaksi saya tersebut.
Dan benar saja,tidak sampai lima menit kami langsung disusul pak polosi lalulintas muda yang segera mencegat kami,dan pasti taukan cerita selanjutnya….?

Andaikan tadi saya yang nyetir didepan,mungkin tidak begini jadinya maklum mahasiswa, uang sepuluh duapuluh ribu itu sangat berharga bagi kami untuk menyambung nyawa ( Lebay…) karena itu jatah makan selama beberapa hari. ceritanya mahasiswa ngeles didepan pak polisi,beda nyatanya jika pengusaha merangkap mahasiswa.hehehe…..(tambah lebayy….)

Sebelum bicara ngelantur  lebih jauh. Mari kita mengambil hikmah dalam cerita diatas apakah hikmah yang bisa diambil didalamnya?.Lihatlah rambu – rambu dengan benar..?Jangan suka bercanda dijalan..? Jangan suka nge_les didepan pak polisi..? jangan berkendara dijalan macet..? hahaha…. BUKAN.

Ijinkanlah saya bertanya, “Siapa yang mengendarai motor saya…? Yup.Benar, teman saya yang tidak “Melek” rambu dan saya yang percaya jadi pembonceng.Lantas apa istimewanya..?.Harusnya saat saya yang punya dan tau tujuannya sayalah yang harus memboncengnya.

Sekarang bagaimana jika hal itu terjadi dalam motor atau mobil kehidupan kita ?”.Siapakah  yang mengendarai motor atau mobil kehidupan kita ?  Pastikan bahwa jawabannya bukan pasangan, bukan orang tua ataupun boss kita . Kitalah sebenarnya yang mengendarai mobil kehidupan sendiri. Jadi, baik buruk atau sukses tidaknya bukan tergantung pada orang lain, dan janganlah menyalahkan orang lain. Dan, keberhasilannya tergantung di tangan kita sendiri. Agar optimal, ada 4 pembelajaran penting untuk kendalikan mobil kehidupan kita.

Pertama, Tahu kapan untuk start! Semua kesuksesan di bidang apa pun tentunya harus dimulai dari sebuah titik yang namanya start. Dalam hal ini untuk mencapai apa yang akan kita raih tentunya kita harus sudah tahu terlebih dahulu apa yang akan kita capai,kemana tujuannya,tentukan mimpi kita dengan detail, persiapan – persiapan apa saja yang harus kita lakukan. Ibarat seperti akan mengendarai mobil, dalam tahapan ini kita sebut sebagai tahap untuk kita memanaskan terlebih dahulu mesin mobil kita.

Dalam tahap ini pun kita dapat berkonsultasi dengan orang – orang yang tepat, dengan mereka – mereka yang terlebih dahulu sudah berhasil. Tahapan inilah yang merupakan tahapan yang sangat penting yang akan akhirnya membawa kita mencapai ke puncak sukses. Hanya saja banyak orang juga yang sudah sampai di tahap ini, tetapi mereka hanya sampai di tahap persiapan ini saja. Ibarat sudah memanaskan mesin mobil, tetapi hanya sampai memanaskan mesin mobilnya saja dan tidak kunjung menjalankan mobilnya.Alias CUMI (Cuma Mimpi.)

Kesuksesan yang akan kita raih tentunya bukan tergantung berapa banyak yang kita tahu, bukan hanya seberapa hebat perencanaan kita, tetapi seberapa banyak tindakan yang kita lakukan. Beberapa orang yang saya kenal yang mungkin tidak begitu ahli dalam melakukan perencanaan bahkan dalam sisi pengetahuan pun cenderung masuk dalam kategori yang biasa – biasa saja, tetapi dalam beberapa tahun saja, kehidupan mereka mengalami perubahan yang luar biasa. Hal ini dikarenakan mereka berani untuk mengambill tindakan dan berani untuk memulai. Bagaimanakah dengan kita, sudahkah kitaa memulai apa yang kita rencanakan?


Kedua, tahu kapan untuk tancap gas . Tentunya bukan saat dikejar POLANTAS seperti teman saya waktu itu.hehehe….Kadang kala tidak selamanya kita ada di jalan yang macet bukan? Saat jalanan sepi dan kita merasa yakin, tentunya kita pun dapat mempercepat laju mobil kita. Begitu pula dengan perjalanan kesuksesan kita, kita pun perlu tahu kapan saatnya kita mempercepat apa yang kita lakukan. Proses mempercepat ini bisa saja dilakukan dengan menambah skill dan keahlian kita,belajar dan  belajar lebih lagi dengan mentor yang sudah lebih berhasil,media pendidikan yang tepat, membuat tim yang solid yang akan mendorong kesuksesan menjadi lebih cepat, jeli dalam membaca peluang – peluang yang ada. Jadi, Sudahkan saat ini kita melakukan proses “tancap gas” dalam mengendarai mobil kehidupan kita?

Ketiga, Tahu kapan untuk  slow dan done.Kadang dalam menjalani mobil kehidupan dan saat kita melaju untuk memcapai target mimpi – pimpi kita adakalanya kita tidak tau harus kemana lagi,cara apa yang harus kita lakukan, dan arah mana yang harus kita tempuh.Bahkan mungkin andai  kita sudah merasa yakinpun ternyata dihadapkan padakondisi yang salah jalan.

“ Jika jalanmu salah,maka berhentilah “

Dalam tahapan ini cobalah sejenak untuk berhenti dan berfikir,kita sudah berada diposisi jalan yang mana, dimana letak kesalahannya.Intropeksi( Muhasabah) ulang perjalanan kita. Berhenti sejenak supaya kita bisa melaju lebih kencang lagi.Sebelum kepada tahapan selanjutnya yaitu  tahapan untuk kita re-kreasi (menciptakan ulang) sekaligus meng-apreasiasi apa yang telah kita raih. Disinilah mesin mobil kita dirawat atauun di-charge kembali.

Banyak orang yang terobsesi terus-menerus menjalankan mobilnya, namun kemudian mogok di tengah jalan karena mesinnya kepanasan. Ataupun, banyak pula yang terus bekerja namun, tidak sempat menikmati ataupun mengapreasiasi sama sekali apa yang telah dicapainya.Sebaik – baik apresiasi adalah bersyukur, dan bersyukur.

Akhirnya,ketika sudah berhenti dan tau letak dimana posisi kita  perlu juga tahapan dimana kita tahu kapan harus banting setir mobil tatkala kita melihat ke depan bahwa jalanan yang tersedia, tidak mungkin dilalui,salah jalan seperti cerita saya diatas  ataupun macet total. Disinilah kita perlu memikirkan apa langkah selanjutnya sehingga mobil kita bisa sampai ke tujuan. Sama halnya dalam kehidupan, ketika bisnis di depan mata tampaknya macet dan terlalu berisiko, mungkin saatnya bagi kita untuk bantiung setir, mencoba cara lain ataupun akhirnya memutuskan menjalankan bisnis yang berbeda. Kita harus jeli melihat kondisi jalan di depan dan bukannya dengan ngotot menerjang ke dalam arus kemacetan.Dan jangan takut ketika dikatakan Plin-plan.sama sekali bukan.

Walau saya masih tahap mimpi (Afirmasi tingkat tinggi..hehehe...) untuk punya mobil sendiri,namun setidaknya saya sudah bisa nyetir dan membayangkan merawat mobil.Jika mesin mobil saja dirawat dengan begitu telaten, apalagi dengan mesin tubuh kita yang harganya beratus-ratus kali lipat dari mobil yang kita kendarai…! So… balancing your life..Mestinya kita bijak!

Selasa, 20 September 2011

KECIL - KECIL JADI PENGUSAHA ( Part 2 )

Tulisan ini sebenarnya adalah ulasan dari artikel sebelumnya yang berjudul " kecil - kecil jadi PengusahaSebenarnya bercerita tentang perjalanan usaha pribadi  membuat saya merasa canggung, namun demi  niat baik,”Sampaikan walau hanya satu ayat” saya memberanikan diri berbagi.Saya merasa masih jauh dari kata sukses,karena menurut saya kesuksesan  diDUNIA  itu adalah saat kita sudah tidak ada lagi di dunia ini.Kalau Herman chain mengatakan " Succes is not the key to Happiness ,but happines is the key to success,If you love what you are doing, you will be success" .Kesuksesan bukan kunci bahagia, namun kebahagiaan adalah kunci kesuksesan.Dan bagi saya bukan sekedar happiness, namun lebih ke heartiness.Barometer kesuksesan adalah saat kita melakukan apapun didasari rasa kebahagiaan, enjoy ,karena memang suka  karena  keikhlasan dan mengharap ridho Allah.Aku melakukan karena aku suka, aku suka karena aku sayang, aku sayang karena aku cinta.AKU CINTA KAMU. Lah.....????jadi  gak nyambung....:D

Saya tidak akan bercerita dulu tentang bagaimana Husna yang sekarang dengan usaha dan bisnisnya,Saya ingin bercerita dari awal, benar – benar dari awal.Mungkin ini hanyalah cerita seorang anak kecil,tapi percayalah banyak nilai yang dipelajari didalamnya.Insyaallah.

Adalah tentang awal mula insting entrepreneurship  seorang Husna,Seorang anak kelas Tiga SD yang lahir  dari keluarga  karyawan awalnya malu,keenakan dan akhirnya keterusan.Saya yakin setiap orang juga punya cerita masa kecil yang indah seperti saya.Saya yakin masih banyak husna -Husna lain disekitar kita.Dan saya yakin kita semua siapapun bisa  saja memempunyai bakat  pengusaha dimasa kecilnya.karena itu adalah tetes air yang suatu saat akan menjadi gelombang ombak,yang tak akan bisa dihalangi.Tinggal digunakan menjadi air bah yang membahayakan, sungai yang mensejahterakan, atau mengendap kering atau  menguap.
Bahkan Saat  itu  tidak tau apa itu bisnis dan saya tidak sadar telah melakukan bisnis namun praktek - praktek bisnis sudah saya jalankan sejak usia 8 tahun. Dan saat itu yang saya punya adalah:
1.      KEBERANIAN.Masih teringat orang tua saya punya kebun salak cukup luas yang tiap empat hari sekali penen.Bukan karena tidak ada uang,tapi  ibu saya  membekali sekresek penuh buah salak dan tidak pernah mengatakan apapun kecuali " ya terserah kamu mau diapakan buah salak itu".Awalnya  dibagi – bagikan saja sampai beberapa hari,dan suatu hari saya uang saku saya habis dan  baru sadar kalau tidak punya uang saku sama sekali, akhirnya berfikir bagaimana menjadikan buah salak ini menjadi kue atau minuman lain akhirnya  saya beranikan diri  menjualnya. ketakutan,malu,gengsi  bagaikan batu besar jika kita bisa memecahkan maka  dibaliknya ada jalan yg bisa dilewati.Diejek, dijahilin,menjadikan saya semakin tertantang walau kadang sampai kelahi gara - gara  hal itu.
2.      BERANI BEDA ATAU INOVASI..Dengan modal Rp.2500 hasil penjualan salak dan tabungan pribadi, saya belikan  kerts HVS dan satu set spidol warna.Kebetulan saya  punya hobby  menggambar manga  maka  CANDY - CANDY  tokoh komik Candy – Candy menjadi tokoh utama karya saya.Dan dijadikan  kertas dan amplop surat.Inilah yang dinamakan inovasi karena pada waktu itu belum ada SMS apalagi facebook .lalu saat itu saya berfikir,bagaimana caranya surat dan amplop ini laku.Tak kehabisan akal Husna kecil yang sedikit tomboi, jahil punya ide nyleneh. Akhirnya teman sekelas yang jadi korban.koq korban?? la iya...waktu itu kelas5 SD   masa mulai puber dan cinta monyet .Akhirnya saya comblangi teman - teman sekelas.Dan hampir semua teman sekelas punya pasangan masing - masing,kecuali saya.hehehehe....Merekalah akhirnya yang jadi  pelanggan kertas dan amplop surat made by Husna.
3.      BERANI MENAWARKAN ATAU MEYAKINKAN.Insting pengusaha saja tidak cukup berhenti di inovasi produk namun pemasaran usaha yang juga juga bergerak dibidang jasa,yaitu jasa pembuatan surat cinta dan puisi...HAH>>???:D    Saya tawarkan  pesan satu set  kertas dan amplompnya harganya Rp.5000 dan tambah Rp.3000 untuk pembuatan puisinya.Bisa dibayangkan berapa omzet ku waktu itu.Siswa Satu kelas ada 37 siswa yang berpasangan ada  16 pasang  dan rata - rata memesan 1 set kertas surat tiap minggunya plus 3 puisi.saya meyakinkan mereka bahwa puisi  surat saya dijamin tidak ada yang menyerupai atau ditulis ulang.Walaupun akhirnya usaha produksi kertas surat dan jasa pembuatan puisi harus berakhir gara - gara  saya ketahuan oleh wali kelas dan sempat disidang di ruangan kepala sekolah.
Kita kembali ke pembahasan kita,jadi jika  kita belum memiliki pengalaman saat memulai usaha, merupakan sesuatu yang wajar. Pengalaman akan didapatkan seiring perjalanan usaha. Tidak ada seseorang yang tiba-tiba ahli dalam bidang apapun, semuanya melalui proses belajar. Sayangnya menjadi pengusaha sebenarnya tidak ada sekolahnya, sehingga trial and error menjadi salah satu metode yang paling sering digunakan. Dengan semangat dan keinginan untuk terus menambah ilmu dan pengalaman dari orang - orang yang telah sukses terlebih dahulu.Jika Anda lulus maka kesuksesan yang Anda raih, jika belum maka kesuksesan Anda akan tertunda. Kesuksesan seorang pengusaha ditentukan oleh berapa kali ia lebih banyak bangun dari kegagalan.Seperti saat Husna kecil berbisnis kertas surat dan jasa pembuatan surat cinta Sampai akhirnya,semuanya terbongkar karena wali kelas bingung dengan menurunnya nilai anak didiknya.dan menangkap basah teman  yang mengirim surat dan puisi hasil karya saya .Dan kami  disidang dikantor akhirnya kegiatan jual beli kertas surat dan jasa pembuatan puisi berhenti. Apakah perjalanan pemilik insting Interpreneur berhenti sampai disini???Tidak Bissa....!! To be continue.....

Jika sampai disini, masih ada keraguan untuk memulai usaha, saya khawatir Anda belum memiliki mindset seorang pengusaha. Mindset adalah pola pikir. Seorang Husna kecil melihat kendala sebagai peluang. Ketika ibu nya  sengaja hanya memberikan sekantong buah salak dan bukan uang dia berfikir bagaimana bisa menikmati jajanan yang lain, menjualnya dan mendapat uang.Orang-orang perkotaan memiliki budaya malas dan memiliki waktu terbatas untuk mencuci, seorang pengusaha mendirikan usaha laundry. Dengan mindset ini, seorang pengusaha bisa struggle dan survive. Mulai dari sekarang rubahlah mindset Anda. Jika mindset ini sudah terbangun, maka Anda akan memiliki banyak akal, berpikir tidak linier dan mampu mengatasi segala masalah.
Ada pameo, lebih baik menjadi kepala semut daripada ekor gajah. Dengan menjadi pengusaha, kita menjadi kepala, bukan ekor. Apakah kemudian badan kita besar atau kecil, tentu tergantung bagaimana kita mengelola usaha kita. Dengan makin majunya ilmu managemen, makin mudah mengelola manajemen perusahaan. Jadi beranikan diri Anda menjadi kepala.????



Kamis, 26 Mei 2011

Ekonomi dan perbankan Islam

Pembahasan mengenai urgensi dan pentingnya ekonomi Islam untuk diterapkan dalam kehidupan pribadi maupun masyarakat muslim khususnya dan seluruh manusia pada umumnya, bisa didekati dari dua sudut pandang. Pertama, melalui pemahaman yang mendalam terhadap pengertian Islam dan kesempurnaan sistem Islam serta segenap konsekuensi-konsekuensi logisnya. Pendekatan ini ditempuh lewat “pembacaan” atas ayat-ayat yang tertera lewat Al-Quran dan sunah Rasul-Nya. Oleh karena pemahaman ini diambil dari sumber dan literatur orisinal Islam, kita sebut saja pendekatan tekstual atau literer. Kedua, melalui kritik terhadap fenomena-fenomena ketidakadilan, kemiskinan, kemerosotan nilai dan kesesatan motif yang terjadi dalam perekonomian akibat diberlakukannya sistem ekonomi non-Islam dengan segala macam dan bentuk turunannya. Karena pendekatan ini berangkat dari pemahaman atas fenomena, mari kita sebut saja pendekatan ini pendekatan kontekstual atau fenomenologis. Kita meyakini Islam tidak hanya sebagai seperangkat ibadah ritual, namun juga sebagai sebuah sistem hidup yang menyeluruh, sebagaimana Allah SWT berfirman
“…Pada hari ini telah Ku-sempurnakan untuk kamu agamamu, telah Ku-cukupkan untukmu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam menjadi agamamu…” (Q.S. Al-Maidah 3). Hal terkait dapat dilihat di Q.S. Al-Baqarah 208.
Berikut ini saya lampirkan file - file yang berkaitan dengan Ekonomi Islam semoga bermanfaat
  1. .IslamdanPembangunanEkonomi.
  2. IslamSbgSistem 
  3. EkonomiIslamProspekTantangan.ppt.html 
  4. ZAKAT.doc.html 
  5. ProposalPKMfix.doc.html 
  6. KISI_Tafsir_Hadits.doc.html 

Minggu, 17 Oktober 2010

Ahmad Dahlan Tukang Mutung dan Ngambekan...*Sebuah Pemikiran pribadi dalam film Sang pencerah.

Muhammad Darwis  lahir dari keluarga ulama . Ayahnya, KH Abu Bakar adalah seorang ulama dan khatib terkemuka di Masjid Besar Kasultanan Yogyakarta, dan ibunya, Nyai Abu Bakar adalah puteri dari H. Ibrahim yang juga menjabat penghulu Kasultanan Yogyakarta pada masa itu.

Ia anak keempat dari tujuh orang bersaudara, Dalam silsilah, ia termasuk keturunan yang kedua belas dari Maulana Malik Ibrahim, seorang wali besar dan seorang yang terkemuka diantara Wali Songo, yang merupakan pelopor pertama dari penyebaran dan pengembangan Islam di Tanah Jawa 
Sepulang dari Mekah, Darwis muda  mengubah namanya menjadi Ahmad Dahlan. Seorang pemuda usia 21 tahun yang gelisah atas pelaksanaan syariat Islam yang melenceng ke arah Bid’ah /sesat, Melalui Langgar / Surau nya Ahmad Dahlan mengawali pergerakan dengan mengubah arah kiblat yang salah di Masjid Besar Kauman yang mengakibatkan kemarahan seorang kyai penjaga tradisi, Kyai Penghulu Kamaludiningrat sehingga surau Ahmad Dahlan dirobohkan karena dianggap mengajarkan aliran sesat. Ahmad Dahlan juga di tuduh sebagai kyai Kafir hanya karena membuka sekolah yang menempatkan muridnya duduk di kursi seperti sekolah modern Belanda.
Merasa dikucilkan dan tidak diterima oleh lingkungannya ahmad dahlan mengajak anak beserta istrinya Siti Walidah,pergi dari tempat itu pada malam dimana surau itu dirobohkan.Saat itu dia  pergi menumpang sepur di stasiun Tugu.Sedih,sakit hati,terpukul,dan putus asa,kecewa  mungkin yang dirasakan Ahmad Dahlan saat itu.D isisi lain sebagai dai dan dia harus tangguh dan tahan banting terhadap segala rintangan duniawi.Namun juga sebagai  manusia biasa hal itu cukup berat  kadang saat kita berjuang pun tak selamanya mulus seperti yang kita bayangkan.Apakah dengan adanya lisensi sekolah dari mekah Ahmad Dahlan mulus dalam perjuangan dakwahnya?Apakah dengan menjadi anak dari khatib dan ulama terkemuka di kesultanan Yogyakarta lantas membuat dia mudah mendapat pengakuan seperti anak pejabat – pejabat kita yang dengan mulus jadi PNS lantaran di Acc oleh bapaknya yang  kebetulan jadi pejabat tinggi.Aapakah kita setelah lulus SMU mulus perjuangan kita masuk kuliah,dan menghadapi kehidupan baru paska SMU?Apakah setelah lulus kuliah nanti kita akan langsung bisa mengaplikasikan ilmu kita atau langsung diterima kerja misalnya?Apakah dengan predikat “AL amin” yang artinya jujur lantas membuat Rasulullah dengan mudah diterima segala ajakan dan dakwahnya kepada penduduk Makkah untuk masuk  islam?tidak semudah yang kita bayangkan, setelah kita melewati satu babak lakon kehidupan,kita akan dihadapkan dengan babak baru lakon baru dalam hidup selanjutnya.Dan semua adalah proses berkesinambungan.
Teringat salah seorang tetangga saya yang berangkat dari makkah untuk  menunaikan ibadah haji ,segala pesta syukuran diadakan untuk melepas keberangkatannya,makan – makan ,iring – iringan sampai ke bandara keberangkatan oleh penduduk sekampung.Setelah tiba saatnya kepulangan para jemaah haji Indonesia termasuk tetanggaku itu disambut dengan sanak keluarga dan kerabat tak lupa tetangga,penampilannya bersorban dan dia rajin jamaah di masjid,anak kecil – kecil berebut salim dan minta didoakan.Seminggu dua minggu penampilan dan kebiasaannya saat awal pulang sudah mulai berubah,tak lagi berjamaah seperti saat baru pulang dari haji kemaren dan satu yang tidak berubah dari saat dia datang yaitu dia akan marah besar kalau dia dipanggil dengan sebutan tidak memakan “JI” yang artinya Haji.sama seperti saat aku belanja minyak tanah di warung kelontongannya,seperti biasa aku memanggilnya Pak de “Pak de....beli minyak tanah 2 liter” dengan muka tanpa ekspresi dia melayaniku,saat menyerahkan uang kembalian padaku mukanya tampak masam dan cemberut sambil berkata “ besok lagi kalau panggilnya gak pake haji gak di layani” lahh...?????aku pun senyum – senyum saja.Ini kan hanya panggilan?sefatal itu kah?Memang aneh orang – orang sekarang,mudah marah dan  ngambek hanya merasa diakui sebagai “alumni “Haji.Ya sudahlah......
Ahmad Dahlan  juga juga begitu dituduh sebagai kyai Kejawen hanya karena dekat dengan lingkungan cendekiawan Jawa di Budi Utomo.Padahal jelas – jelas silsilah keluarganya dan ilmunya merupakan  lisensi untuk diterima.Tapi apakah semua perlakuan dan tuduhan tersebut lantas membuat Ahmad Dahlan  putus asa? dan “ngambekan”?tidak ....!! hal itu tidak membuat pemuda Kauman itu surut. Dengan ditemani isteri tercinta, Siti Walidah dan lima murid murid setianya : Sudja, Sangidu ,Fahrudin Hisyam dan Dirjo), Ahmad Dahlan membentuk organisasi Muhammadiyah dengan tujuan mendidik umat Islam agar berpikiran maju sesuai dengan perkembangan zaman, sehingga tidak di injak-injak.
Andaikan dulu saat Ahmad dahlan dikucilkan dan tidak diterima oleh lingkungannya serta dituduh sebagai kyai Kejawen lalu ngambekan dan putus asa lalu tidak melanjutkan perjuangannya apa kita bisa melihat Muhammadiyah seperti sekarang.Andaikan dulu  saat Rasulullah Diludahi,dihina diperangi dan diusir saat  mendakwahkan Islam ngambek,meraju,mutung dan putus asa,apakah kita bisa menemukan kejayaan islam,yang insyaallah akan kita temukan kembali kejayaannya sekali lagi.Apakah dengan sebutan “haji” tetanggaku bisa menjadi haji mabrur?Wallahu’alam Bisowab.

Jumat, 15 Oktober 2010

Sungguh Kasihan Para Pecinta.....


Kisah cinta yang berbinar….
Binar cinta yang bersemi di mushola kampus, bangku kuliah, Forum diskusi, dan yayasan tempat mereka bergulat dengan aplikasi kehidupan sosial.Di tengah aktifitas itulah cinta mereka bersemi.Bersemi dengan suci dan indah.
Tapi cinta gadis jawa dan pemuda keturunan cina itu kandas.Kasih mereka tak sampai ke pelaminan.Restu orang tua si gadis tak berkenan meneruskan riwayat asmara putih mereka.Tragis.sungguh sangat tragis.Karena dihati siapapun cinta yang suci dan tulus seperti itu singgah,kita seharusnya mengasihi pemilik hati itu.Sebab itu adalah perasaan yang luhur.sebab perasaan yang luhur begitu adalah gejolak kemanusiaan yang direstui di sisi Allah.Sebab karena direstui itulah Rasulullah lantas bersabda,”Tidak ada yang lebih baik bagi mereka yang sudah saling jatuh cinta kecuali pernikahan.”
Islam memang begitu.Sebab ia adalah agama kemanusiaan, agama fitrah.Sebab itu pula nilai – nilainya selalu ramah dan apresiatif terhadap gejolak jiwa manusia.Dan sebab cinta adalah perasaan manusia yang paling luhur,maka mengertilah kita mengapa ia mendapat ruang yang sangat luas dalam tata nilai Islam.
Itu karena Islam memahami betapa dahsyatnya goncangan jiwa yang dirasakan orang – orang yang sedang jatuh cinta.Tak ada tidur.Tak ada lelah.Tak ada takut. Tak ada jarak.Tak ada aral.Yang ada hanya hasrat,hanya tekad, hanya rindu,hanya puisi,hanya keindahan.Puisi adalah busur yang mengirimkan panah – panah asmara ke jantung hati sang kekasih.Rembulan dan seluruh alam adalah utusan hati pembawa pesan kerinduan yang tak pernah lelah melawan waktu.
Dua jiwa yang sudah terpaut cinta akan tampak menyatu bagai api dengan panasnya,salju dengan dinginnya,laut dengan pantainyarembulan dengan cahayanya.Mungkin terlalu berlenbihan,atau mungkin memang begitu adanya.Siapapun yang melantunkan bait ini agaknya memang mewakili perasaan banyak arjuna yang sedang jatuh cinta: “separuh nafasku…terbang bersama dirimu…”
Bisakah kita membayangkan betapa sakitnya sepasang jiwa yang dipautkan cinta lantas di pisah oleh tradisi atau apa saja?Tragedi Zaenuddin dan Hayati dalam Tenggelamnya Kapal Vanderwijck, atau Qais dan Laila dalam Majnunu Laila, terlalu miris bukan? Sakit, Terlalu sakit. Karena dialam jiwa seharusnya itu tak ada.Tragedi cinta selamanya merupakan tragedi kemanusiaan.sebab memisahkan suami istri yang saling mencintai adalah misi terbesar syetan.Dan sebab itu menjodohkan sepasang kekasih yang saling mencintai adalah tradisi kenabian.Suati saat,Khalifah al Mahdi singgah beristirahat dalam perjalanan haji ke makkah.Tiba – tiba seorang pemuda berteriak lantang ,”Aku sedang jatuh cintaa….!!!”Maka Al Mahdi pun memanggilnya,”Apa masalahmu..?”Aku mencintai putrid pamanku dan ingin menikahinya.Tapi ia menolak karena ibuku bukan arab.Sebab itu adalah aib dalam tradisi kami.”Al Mahdi pun memanggil paman pemuda itu dan berkata padanya,”Kamu lihat putra – putrid Bani Abbasiyah? Ibu – ibu mereka juga banyak yang bukan arab.lantas apa salah mereka?Sekarang nikahkanlah pemuda ini dengan putrimu dan terimalah 20 ribu dirham ini;10 ribu untuk aib dan 10 ribu untuk mahar.”

 
Copyright © Pelangi Hati Husna. All rights reserved.
Blogger template created by Templates Block | Start My Salary
Designed by Santhosh