Minggu, 22 Januari 2012

Ath_Hura laundry,Bangga dengan konsep Syariah.


Alhamdulillah, bebarapa hari yang lalu Laundry Syariah yang saya dirikan dan rintis mendapat juara dari program kreatifitas mahasiswa yang diselenggarakan DIKTI Dinas Pendidikan.Bahagia sekaligus bangga namun disisi lain tanggung jawab  realisasi pembuatan outlet baru tidak sedikit modal yang diperlukan dan saya harus menambahkannya dengan mencari investor.Berbekal keyakinan dan niat karena Allah saya meyakinkan diri, Insyaallah akan terwujud dan terlaksana dengan sesuai yang ditargetkan .Dosen saya bilang proposal yang paling unik dan kreatif yang akan dipilih sebagai pemenang.Disisi lain rasa kegembiraan dan syukur ada sesuatu yang cukup menggelitik jiwa saya.

Bagaimana mungkin Thaharah dilihat sebagai konsep yang tidak lazim?.Sejak awal bahkan  sampai saat ini pun banyak sekali komentar “Suprissed”, bingung, konyol bahkan komentar bernada sinis atau negatif yang lain.

“ laundry syariah memangnya konsepnya seperti apa?”.”mencucinya pakai dzikir gitu?”.”Bajunya dipisah?”.”wah…itu sih terlalu berat untk usaha cuci mencuci saja harus pake embel – embel syariah”.” Seperti bank saja pake ada syariahnya, yang begituan kan untuk bank”.”Emangnya penting urusan cuci saja pakai di syariah-in”.” 

Atau bahkan komentar teman saya dari ibu kota yang membuat saya terengag ebih menanggapi dengan senyum saja.” Kalau  elo laundry syari’ah, kalau gue….syori ah”. Pelesetan kata syariah yang diganti sori ah.

Diam saya merenung,kenapa kita notabene muslim merasa asing denga ajaran Islam. Mungkin niatnya hanya untuk bercanda, atau mungkin juga konsep ini  tidak urgen untuk dijadikan system sebuah usaha.Jadi terkesan unik, nyleneh dan kreatif.Terlepas dari itu bukankah  ini adalah konsep dasar dalam Islam.Dan Islam lah yang begitu hebatnya,bukan saya yang kreatif.

Waktu SD dulu sebelum belajar tentang sholat dan mengaji, guru Agama Islam biasanya terlebih dahulu mengajarkan tentang Thoharoh atau bersuci.Adalah syarat mutlak untuk melaksanakan ibadah  yang lain.meluputi kesucian pakaian, kesucian tempat, kesucian badan dan kesucian hati.Dan saat konsep laundry syariah ini dibuat , merasa bukan sesuatu yang istimewa karena ini memang  konsep dasar Islam dan sudah selayaknya muslim  mengetahuinya, bahkan harusnya sudah  aplikasi dalam kehidupan sehari – hari.

Itulah mungkin kondisi Islam yang diistilahkan Rasulullah dengan sebutan “Ghuroba” atau asing.Rasulullah bersabda: “Islam  datang dalam keadaan asing, dan akan kembali dalam keadaan asing, maka beruntunglah orang – orang yang asing itu.

Dahulu para sahabat sangat bangga menjadi Muslim. Mereka mengatakan, ”Ayahku adalah Islam. Tiada lagi selain Islam. Apabila orang bangga dengan suku, bangsa, kelompok, marga, perkumpulan, paham mereka, tapi aku bangga nasabku adalah Islam.

Suatu ketika Salman Al-Farisi radhiyallahu anhu ditanya, ”Keturunan siapa Kamu ?” Salman yang membanggakan keislamannya, tidak mengatakan dirinya keturunan Persia, tapi ia mengatakan dengan lantang, ”Saya putera Islam.” inilah sebabnya Rasulullah saw mendeklarasikan bahwa, ”Salman adalah bagian dari keluarga kami, bagian dari keluarga Muhammad saw.”

Bangga dengan Islam, dan itu artinya  konsisten ,konsekwen  dan menyeluruh dengan ajaran Islam.Bangga Islam mewarnai kehidupan kita, dalam cara berpikir, bersikap, merasa, dan dalam seluruh gaya hidup kita semuanya. Islam sebagai pengarah tunggal dalam segala aspek kehidupan kita.Mulai dari  dari hal – hal yang kecil dan sepele seperti urusan mencuci  sampai ke hal – hal yang besar lainnya.Islam begitu sempurna dan menyeluruh.Menyadari betapa beruntungnya menjadi muslim,dengan segenap keterbatasan dan terus perbaikan diri Ath_Hura  hadir dengan konsep syariah berharap bukan saja menjadi pintu rizki namun juga keberkahan dan rahmatan lil alamin. Amin...

PERTARUNGAN DUA CINTA

Add caption

Malam semakin renta, dan dini hari menjelang, tepat pukul 03.25 dini hari.Nampak dari kejauhan dari sebuah kamar rumah kecil  berlantai dua masih tampak terang benderang cahaya lampunya.Rupanya ada penghuni rumahnya, wanita muda yang malam itu nampak raut kegundahan dari parasnya . 

“Tuhan, jika Engkau menciptakan cinta…mengapa  aku tersakiti?”
“Jika Engkau menciptakan Rasa…mengapa aku gundah gulana?’”

Add caption
Ya..wanita muda itu sedang merasakan pergumulan batin yang luar biasa  berkecamuk dalam dirinya.Rasa cintanya pada seorang pemuda  yang luar biasa, namun disisi lain betapa kesadaran penuh cinta itu justru menjadi musuhnya, sangat mengganggu jiwanya, sehingga dia amatlah galau, gundah gulana.


Ada apakah sebenarnya??Mungkinkah cerita itu terjadi pada kita semua?
Saat cinta kita pada seseorang atau pada orang yang belum halal  bahkan sudah halal pun menjadi musuh bagi kita? Mungkinsaja.Semua itu bisa terjadi pada siapa saja.

Cinta yang hadir  dengan tidak berada dalam misi cintanya Allah,cinta pada apapun yang tidak berada dalam  koridor Karena Allah.dan itu sangatlah getir dan sakit.Ketika harus memilih antara dua cinta yang bergumul dan berseteru dalam  hati dan jiwa kita.Sebuah dilema bahkan pernah juga dirasakan oleh para nabi dan Rasul yang dibingkai Allah menjadi ibroh  abadi sepanjang zaman.

Adalah  Nabi Nuh, yang dengan segenap cintanya , sepenuh hatinya masih berusaha menyelamatkan keluarganya saat badai tsunami datang.Betapa tidak.Pertarungan sengit dalam batinnya, antara cintanya pada istri dan anaknya dengan cintanya pada Allah yang lebih berat dirasakannya.Ketika kenyataan menghadapkannya memilih, ia memilih Tuhannya, Allah Subhanahu wata’ala.

Sejarah akan berulang  dengan pelaku  yang berbeda,mengertilah sekarang  siapapun kita sangat mungkin akan bisa mengalami hal serupa, mengertilah itu adalah takdir kehidupan  saat – saat dimana kita harus  berani memutuskan pilihan dari dua cinta yang tidak mungkin dipertemukan semua ada ditangan kita.

Tidak selamanya berakhir tragis , ada cinta yang singkron dan berakhir bahagia.Seperti cinta Muhammad dan Khadijah.Cinta atau cinta Yusuf dan Zulaikha juga cerita adam dan hawa.

Dilema seperti ini adalah bentuk cobaan yang Allah berikan pada Ummatnya yang dikemas dalam polesan keindahan duniawi dan manisnya cinta dunia.Godaan dan ujian yang terberat dirasakan  wanita muda itu.saat “bentuk” berhadapan dengan  “makna”,  saat “ rupa “ menantang  “jiwa” dan jika dia memilih bentuk dan rupa maka konsekuensinya dia akan mengganti harga kenikmatannya dengan makna dan jiwa yang jauh lebih mahal.
Itu semua adalah jika harus memilih.Beda ceritanya jika  bentuk bertaut dengan makna, dan rupa berpeluk jiwa.Dan tentu saja itu adalah puncak kenikmatan dunia akhirat tatkala menikah dengan seorang pemuda yang shalih, cerdas dan tampan sekaligus.Seperti Zulaikha kepada Yusuf.Tidak gampang memang.Tapi itu mungkin. Wallahu’alam bishowab.


Minggu, 18 Desember 2011

Muhammad SAW,Super Entrepreneur Super Leader. ( Part 1)


By: Lovely Husna)*Director of Student Entrepreneurship department (SED)  UMY


Konsep ekonomi islam yang pelan namun pasti menggeser perekonomian sistem kapitalis.Perhatian terhadap aspek bisnis Rasulullah mulai mengemuka. Muhammad SAW adalah tokoh yang tepat.Bukan Cuma teori  namun juga  mengalami sendiri menjadi entrepreneur  dari kecil dan dengan usaha yang kecil.Perbedaan yang berarti dalam priode kehidupan berikutnya.
Muhammad SAW lebih dikenal sebagai seorang Nabi dan rasul,pemimpin negara dan panglima militer.Padahal sebagaian besar hidup beliau adalah seorang pembisnis.Pertama kali diajak berdagang oleh pamannya diusia 12 tahun  sampai menjelang menerima wahyu ( beliau berumur sekitar 37 tahun).Artinya selama kurang lebih 25 tahun menjadi Entrepreneur.Waktu yang lebih lama dibanding masa beliau menjadi rasul yaitu sekitar 23 tahun.Apa sih.. sebenarnya yang bisa menjadikan Rasulullah Entrepreneur dan Leader  yang handal??

Masa kecil pembentukan Jiwa Entrepreneurship
Sikap entrepreneurship beliau  tidak mak bedunduk)* tapi hasil dari suatu proses yang panjang. Sebuah penelitian terhadap beberapa pemimpin yang dilakukan oleh Manfred Kets de Vries (1995) berkesimpulan bahwa kehidupan masakecil menimbulkan dorongan untuk memimpin.Dan Muhammad SAW mempunyai pengalaman yang pahit dengan terlahir menjadi anak yatim,yatim piyatu sejak berumur 6 tahun ,Diasuh berpindah pindah.Dan terakhir beliau diasuh pamannya yang bekerja sebagai pekerja “serabutan”sehingga tak jarang membuat Muhammad kecil harus membantu perekonomian keluarga pamannya.
 Mengembala ternak adalah pekerjaan yang umum dilakukan oleh para nabi dan rasul juga dilakukan Muhammad waktu itu . Bersabda Rasulullah” Allah tidak mengutus seorang nabi melainkan dia itu pernah menggembala ternak,dan aku menggembalakan kambing penduduk dengan Makkah dengan upah beberapa qirath”

 Latar belakang masa kecil seperti inilah tentu sangat berpengaruh dalam pembentukan jiwa entrepreneurship yang Muhammad SAW pilih sebagai profesi dikemudian hari.Latar belakang seperti ini pula yang menjadi factor beliau menjadi seorang pemimpin yang ideal dan mempunyai kepedulian yang tinggi terhadap orang – orang yang kurang beruntung.

Lantas apa yang bisa kita ambil maknanya dalam sedikit penggalan cerita ini….??? Bagaimana dg kita ??
Saya  tunggu ulasan pemikiranmu ke email: syatila27husna@gmail.com. 
* mak bedunduk: Tiba – tiba dalam bahasa jawa.






Senin, 21 November 2011

“Ensiklopedia Leadership dan Manajemen Muhammad SAW” (The super leader super manager) 8 Buku


Bacaan Wajib Para Manajer & Calon Manajer For Muslim/Non-Muslim


Buku Ensiklopedia ini terdiri dari 8 jilid, yaitu :

1. Kepemimpinan dan Pengembangan Diri

Rasulullah Saw adalah seorang yang mampu mengembangkan diri dan mengatasi berbagai kesulitan hidup dengan luar biasa. Ia terlahir yatim, usia 6 tahun yatim piatu dan diasuh sang kakek. Usia 8 tahun kakek pun meninggal dan dititipkan ke sang paman tang relatif miskin. Dalam usia dibawah 10 tahun ia harus mengais nafkahnya sendiri menjadi penggembala, mencari kayu bakar, buruh batu dan pasir serta bekerja serabutan untuk penduduk Mekkah. Hingga akhirnya menjadi pengusaha tangguh nyaris tanpa Modal. Bagaimana Muhammad Saw muda melakukan ini semua?

1. Jazirah Arab : Geography & Social Political Setting
2. Nasab Nabi Muhammad Saw
3. Mekkah dan Serangan Tentara Bergajah
4. Kelahiran dan Masa Kanak-Kanak : Kemandirian dalam Keterbatasan
5. Kesucian Muhammad dari Dunia Jahiliyah
6. Tanda-Tanda Kenabian
7. Fisik dan Emosi Muhammad Saw
8. Rintangan dan Penganiayaan Kaum Musyrik
9. Ejekan dan Bujukan
10. Ketegaran Menghadapi Boikot
11. Tahun Duka Cita
12. Isra’ Mi’raj
13. Mukjizat Nabi Muhammad Saw
14. Al-Qur’an Mukjizat Terbesar
15. Kejujuran Muhammad Saw
16. Sifat Amanah Rasulullah Saw
17. Muhammad Saw yang Cerdas
18. Kembali ke Ilahi
19. Menjadi Rahmat yang Abadi Sepanjang Masa

2. Bisnis dan Kewirausahaan

Rasulullah Saw adalah model sukses bisnis. Ia membangun jiwa entrepreneurship, memulai bisnis dengan minim modal, membangun kepercayaan para investor, menjelajahi pasar pasar regional Jazirah. Nabi menetapkan kebijakan ekonomi politik yang mampu menopang berkembangnya peradaban baru. Ia membangun Baitul Mal (Federal Reserve) dan mengadopsi mata uang anti inflasi. Ia menyatakan perang terhadap korupsi seraya mendorong kreatifitas dan innovasi dalam berbagai bidang industri dan perdaganan global. Ia mengajarkan ummatnya untuk hidup kaya dalam taqwa, zuhud dalam keberlimpahan, mandiri serta memberdayakan sesama.

1. Muhammad Saw di antar lingkungan bisnis dan budaya perdagangan Arab
2. Muhammad Saw membangun jiwa usaha sejak dini hingga dewasa
3. Sikap Rasulullah Saw terhadap harta, kekayaan dan kemiskinan
4. Business is ibadah & jihad
5. The speed of trust (Al-Amin)
6. The tradition of Quality (itqan)
7. Prophetic business wisdom (siddiq, amanah, fatanah, dan tabligh)
8. Nabi Muhammad Saw berbisnis dengan nilai-nilai mulia dan karakter terpuji
9. Halal oriented business & transactions
10. Perang Rasulullah Saw terhadap korupsi
11. Transaksi yang diperkenankan Rasulullah Saw
12. Transaksi yang dilarang Rasulullah Saw
13. Strategi sukses bisnis Rasgulullah Saw
14. Rasulullah Saw teladan kaya dalam kesederhanaan
15. Konglomerat sahabat : Kaya lagi takwa, zuhud dalam keberlimpahan
16. Kebijakan politik ekonomi Rasulullah Saw
17. Dinar : Mata uang Rasulullah Saw dan mata uang masa depan
18. Baitul Mal Rasulullah Saw dan setelahnya
19. Pusat-pusat perdagangan Arab Pra-Islam dan masa awal islam
20. Komoditas perdagangan Arab Pra-Isalm dan masa awal Islam

3. Menata Keluarga Harmonis

Salah satu sisi kehidupan Rasulullah Saw yang paling banyak disalah fhami adalah aspek kehidupan keluarganya. Kita jarang mengkaji berapa usia Rasul saat menikah lagi, bagaimana kondisi sosial ekonomi janda tua yang dinikahi Rasul, berapa jumlah anak bawaan janda tersebut, bagaimana dampak dakwah dan kemenangan sosial politis yang ditimbulkan. Bagaimana Rasul menjadi kakek teladan, suami yang bijaksana, ayah idaman keluarga serta mertua yang penuh pengertian. Ia menyapu sendiri, menjahit pakaiannya yang robek dan menyiapkan masakan di dapur.

1. Sisilah Nabi Muhammad Saw
2. Memahami Pernikahan Nabi Saw
3. Khadijah Binti Khuwailid Saw
4. Saudah Binti Zum’ah
5. Aisyah Binti Abu Bakr
6. Hafsah Binti Umar Bin Khattab
7. Zainab Binti Khuzaimah
8. Ummu Salamah Binti Umayyah
9. Zainab Binti Jahsy
10. Juwariyyah (Burrah) Binti Al-Harits
11. Safiyyah Binti Huyay Al-Akhtab
12. Ummu Habibah (Ramlah) Binti Abu Sufyan
13. Maimunah Binti Al-Harits
14. Mariyah Al Qibtiyyah
15. Muhammad Suami Idaman
16. Putra-Putri Nabi Saw
17. Ayah Teladan
18. Para Menantu Nabi Saw
19. Mertua yang Pengertian
20. Para Cucu Nabi Saw
21. Kakek Penyayang
22. Silsilah Keturunan Nabi Saw

4. Manajemen Dakwah
Jumlah kaum muslimin yang tidak kurang dari 1,3 Milyar orang yang tersebar di seluruh penjuru dunia adalah bukti yang tidak terbantahkan dari kesuksesan Manajemen Dakwah Rasulullah Saw. Ia mengajak manusia untuk menempuh jalan hidayah, jalan yang lurus, lempang dan terang benderang. Ia mengajar manusia untuk memikirkan makna dan tujuan hidup. Apa yang harus dilakukan saat hidup dan apa yang akan di bawa setelah berakhirnya hidup. Diatas itu semua ia mengajarkan dunia tentang kebebadan beragama. Ia mengajarkan hidup rukun dan toleransi dengan pemeluk agama lain.
1. Bermula di Gua Hira
2. Terputusnya Wahyu
3. Dakwah Secara Sembunyi-Sembunyi
4. Generasi Islam
5. Dakwah Secara Terbuka
6. Reaksi Terhadap Dakwah Nabi
7. Pemicu Kebencian Terhadap Dakwah Nabi
8. Pemboikotan dan Hijrahnya Kaum Muslimin
9. Memanfaatkan Musim Haji
10. Dakwah ke Luar Mekkah
11. Isra dan Mi’raj Perintah Shalat dan Ujian Iman
12. Dakwah Periode Madinah
13. Pasca Penaklukan Mekkah
14. Penyebaran Islam Bukan dengan Pedang
15. Pusat Dakwah Nabi
16. Metode dan Proses Turunnya Wahyu
17. Menjaga Kemurnian Wahyu
18. Kunci Sukses Dakwah Nabi Saw

5. Kepemimpinan Sosial dan Politik

Masyarakat madinah adalah masyarakat yang kompleks dan heterogen. Dikalngan Muslim ada kaum Muhajirin dan Anshar bahkan tidak sedikit juga yang Munafik dibawah pimpinan Abdullah Ibn Ubay Ibn Salul. Dikalangan non Muslim ada yang menganut Paganisme, Nashari dan Yahudi. Kaum paganismne memiliki Raja nya sendiri Ka’ab Ibn Ashraf. Yahudi pun bersuku suku seperti Bani Nadhir, Bani Quraidzah dan Bani Qunaiqa’. Dengan piawai Rasulullah Saw menciptakan keharmonisan di Madinah. Ia juga menjalin hubungan diplomasi dengan pemimpin regional Jazirah.

1. Muhammad Saw : Negarawan Teladan
2. Pembentukan Kareakter Politik Nabi Saw
3. Muhammad Saw yang Terpercaya
4. Political Leadership Muhammad Saw
5. Strategi Universal Rasulullah Saw
6. Manifesto Politik Muhammad Saw
7. Hijrah : Perjalanan Mengubah Sejarah Dunia
8. Deklarasi Negara Islam : Kematangan Rencana Politik
9. Piagam Madinah : Pelopor Konstitusi Modern
10. Revolusi Sosial Muhammad Saw
11. Tata Kelola Pemerintahan Rasulullah Saw
12. Pribadi Pemimpin yang Luhur
13. Komunikator yang Fasih
14. Kebebasan Beragama pada Masa Rasulullah Saw
15. Diplomasi Rasulullah Saw
16. Politik Dalam Negeri Rasulullah Saw
17. Kebijakan Luar Negeri
18. Kunci Sukses Poitik Muhammad Saw
19. Politik Umat Islam Kontemporer

6. Sang Pembelajar dan Guru Peradaban

Rasulullah Saw adalah pembelajar sejati dan guru besar peradaban dunia. Meski tumbuh dikalangan yang minim praktek baca tulis, Rasulullah adalah pembelajar yang cepat. Ia belajar dari pasar, teman teman, perjalanan dagang dan alam. Nabi mengajarkan mulianya ilmu dan urgensi ilmu untuk mencapai kesuksesan dunia akhirat. Lebih dari itu i pun memberikan puluhan teladan “holistic learning method”. Bahwa proses belajar mengajar yang efektif memerlukan scanning & levelling, active interaction dan learning conditioning. Belajar baru membuahkan hasil jika ada story telinh, analogy & case study, body language, self reflection, focus & point basis dan affirmation & repetition.


1. Self Education (Mendidik diri sendiri sebelum mendidik orang lain)
2. Anjuran Menuntut Ilmu
3. Muhammad Saw Sang Pembelajar
4. Nabi Saw yang (Pernah) Ummi
5. Lembaga-Lemabaga Pendidikan di Masa Rasulullah Saw
6. Pusat Pendidikan Pasca Rasulullah Saw
7. Tuntutan Terhadap Para Guru
8. Learning Conditioning Mengkondisikan Proses Belajar
9. Active Interaction Interaksi Aktif
10. Apllied-Learning Method Metode Belajar Terapan
11. Scanning and Levelling Mengamati dan Mengelompokkan
12. Discussion and Feed-Back Diskusi dan Minta Masukan
13. Story Telling Cerita dan Kasih
14. Analogy and Case Study Perumapamaan dan Studi Kasus
15. Teaching and Motivating Mengajar Sambil Menyemangati
16. Body Language Bahasa Tubuh
17. Multimedia & Digital Technology Multimedia dan Teknologi Digital
18. Reasoning and Argumentation Dalil dan Argumentasi
19. Self Reflection Perenungan Diri
20. Affirmation and Repertition Penguatan dan pengulangan
21. Focus and Point Basis Fokus Satu Demi Satu
22. Question and Answer Method Metode Tanya Jawab
23. Guessing With Question Menerka Dengan Pertanyaan
24. Punishment Hukuman yang Mendidik
25. Reward
26. Pendidikan Lintas Negara
27. Proper Sex Education Pendidikan Seksualitas yangTepat
28. Penutup

7. Pengembangan Hukum

Mahkamah Agung Amerika Serikat (Supreme Court) memberikan pengakuan dan penghormatan kepada Nabi Muhammad Saw sebagai satu dari 18 Law Giver terbesar sepanjang sejarah bersama Hammurabi, Julius Caesar, Justianian dan Charlemagne. Sistem hukum yang diajarkan Rasulullah Saw juga mencerminkan bahwa Hukum Islam itu syumul(menyeluruh), jalb al-mashalih (mengedepankan kemaslahatan), tadarruj (unsur pentahapan) dan qilatul Taklif (tidak membertakan). Ia bersifat murunah (moderasi), serta penuh keadilan (al-‘adalah).

1. Nabi Muhammad Saw sebagai Pemimpin Hukum
2. Karir Hukum Nabi Muhammad Saw
3. Pembentukan dan Pembinaan Hukum Islam
4. Peran Rasulullah Saw dalam Pembinaan Hukum
5. Kerangka Dasar Hukum Islam
6. Karakteristik Hukum Islam
7. Legalisasi Hukum Islam pada Masa Nabi Saw
8. Ijtihad pada Masa Nabi
9. Maqasid asy-Syari’ah dalam Hukum Islam
10. Ushul Fikih : Metodologi Hukum Islam
11. Epistimologi Hukum Islam
12. Produk Pemikiran Hukum Islam
13. Kebangkitan Hukum Islam
14. Perbedaan Mazhab Fikih
15. Pembaharuan Pemikiran Hukum Islam
16. Hukum Islam yang Humanis

8. Kepemimpinan dan Strategi Militer

Selama 10 tahun mempertahankan kedaulatan Islam. Rasulullah telah memimpin tidak kurang dari 9 perang besar dan mengatur 53 ekspedisi militer. Tetapi dalam interaksi militer yang luar biasa besar dan panjang itu korban jatuh 379 jiwa saja. Jauh dibawah 15.323.100 jiwa pada perang dunia pertama dan 62.537.400 jiwa pada perang dunia kedua. Rasulullah mengajarkan bahwa strategi harus diawali dengan musyawarah, selalu waspada, tidak mudah marah, bersikap adil kepada semua pasukan, mengapresiasi yang berprestasi dan minimalisir jumlah korban. Perang bukanlah untuk menumpas manusia tetapi menyingkirkan sebagian orang yang menjadi penghalang kebenaran.

1. Strategi Militer Muhammad Saw
2. Muhammad Saw Negosiator Ulung
3. Musyawarah Dalam Menentukan Strategi Militer
4. Mengalahkan Musuh Tanpa Pertempuran
5. Meminimalisir Jumlah Korban
6. Muhammad Saw Panglima yang Tangguh
7. Pendelegasian Kepemimpinan Pasukan
8. Membaw Tradisi Baru Dalam Perang
9. Komunikasi Militer yang Tegas dan Jelas
10. Selalu Waspada
11. Turun ke Lapangan dan Front Terdepan
12. Memberikan Apresiasi dan Adil Terhadap Pasukan
13. Arab Pra-Islam dan Tradisi Perang
14. Perang Fijar “Training Militer” Pertama Muhammad Saw
15. Hiful Fudhul : Pengalaman “Berorganisasi” Pertama
16. Strategi Ketika Masih Lemah
17. Ancaman Militer Dari Luar Madinah
18. Ancaman Dari Dalam Madinah
19. Strateg Pertahanan Madinah
20. Perang Badar Kubra
21. Ekspedisi Antara Badar dan Uhud
22. Perang Uhud
23. Ekspedisi Antara Uhud dan Khandaq
24. Perang Khandaq
25. Ekspedisi Pasca-Perang Khandaq
26. Perang Khaibar dan Ekspedisi Setelahnya
27. Penaklukan Mekkah
28. Ekspedisi Pasca-Penaklukan Mekkah
29. Perang Hunain dan Perang Thaif
30. Perang Tabuk
31. Peta Kekuatan Militer Arab Menjelang dan Sesudah Wafatnya Nabi Muhammad Saw

Penulis :

Profile Syafii Antonio

Dr. Muhammad Syafii Antonio, MEc (Nio Gwan Chung) is the icon of Islamic banking and finance in Indonesia. He is the chairman of Tazkia University College of Islamic Economics (STEI TAZKIA). He earned his PhD in Micro Finance from University of Melbourne (2004), Master of Economics form International Islamic University, Malaysia (1992) and completed his first degree in Islamic Law from University of Jordan (1990), He also conducted a visiting research program at Al-Azhar University Cairo and Oxford University, UK.
With his team in TAZKIA Consulting, Antonio has helped the establishment of more than 14 Islamic divisions of conventional banks, 7 newly established Islamic Insurance operations, and trained more than 8000 financial practitioners in the country. Currently Antonio seats as Islamic Banking Committee at the Central Bank of Indonesia, Central Bank of Malaysia, Global Shariah Board of al-Mawarid Finance and insurance DUBAI.
Antonio also supervises Bank Syariah Mandiri, Takaful insurance, Bank Mega Syariah, Schroders Investment Manager an PNM holding. Up today, Antonio published more than 12 books on Islamic Banking, Zakat, Leadership and Management.
For his effort in this field Antonio was awarded “Syariah Award” by the central Bank of Indonesia, Indonesian Council of Ulama (MUI), AND Bank Muamalat (2003), Anti-corruption & Good Governance Award by Ministry of State Apparatus (2007), Arab Asia Finance recognition Award by Arab Asia Finance Forum (2008) and won Australian Alumni Award (in Business Leadership category) from the Government of Australia (2009). Antonio is also the recipient of IBF Award, 2009 for his best selling book “Muhammad SAW The Super Leader Super Manager”, and IDB Prize Nominee from Indonesia (by the Ministry of Finance)

Penerbit :


Buku ini bisa anda dapatkan hanya dengan harga Rp 3.125.000,-, namun jika anda membelinya secara cash, maka anda akan mendapat potongan harga sebesar 20%, sehingga harganya menjadi sebesar Rp2.500.000,-. Berikut daftar harga dan cara pembayaran :

Untuk pemesanan, Anda bisa menghubungi Admin Pelangi Hati Husna di nomor HP 0819880778 atau ke email kami di syatila27husna@gmail.com


Sabtu, 19 November 2011

Mereka Bilang Saya "Macho".....


“kamu kok macho banget sih….”

“emang dasar preman….”

“Tampilan muslimah,  mental bajak laut…….”

Kata – kata itu  sudah tidak asing lagi bagi saya. Ya… mereka bilang saya macho.Mungkin karena sikap saya yang tidak mau mengalah dengan keadaan  dimana teman wanita yang  sering mundur dalam situasi tertentu saya malah menantang. Atau karena saya yang kurang feminim karena walaupun penampilan harian sering pakai gamis  plus jilbab gondrong tapi suka bawa – bawa rangsel. Mungkin juga karena saya yang tidak suka memakai aksesoris cewe atau yang jalannya “slonong boy”, dan tidak bisa gemulai dan bersuara manja seperti layaknya teman- teman cewek di kampus saya.


Entahlah, itu  hanya dugaan saya saja, yang jelas ketika saya mendapatkan pernyataan seperti itu saya tidak pernah mengomentari lebih lanjut  atau menanyakan. Nyengir dengan deretan gigi besar berbehel yang menurut saya adalah senyum termanis   sedunia…( Jiaahhh...…:D)


Sebenarnya apa sih yang disebut “macho “ itu? Bukannya itu sebutan untuk cowok.Biasanya sebutan itu untuk cowok yang berbadan kekar, dada bidang ditumbuhi bulu, hidung mancung, akan bilang laki-laki itu baru macho.OMG… apa saya tampak seperti itu? Hehehe…serasa geli sendiri.Piss…!! saya Gay…Bukan Lesbi...#Uppss…)

Memang  ada  wanita macho? Menurut saya “Macho” itu bukan  sebatas  masalah  penampilan namun sikap, pola pikir, mental dan visi hidup. Seorang wanita dikatakan “Macho” bukan berarti dia berbadan kekar, jalan slonong boy atau terlihat benar – benar kuat, tidak pernah menangis.Bukan.Saya juga suka nangis kalau lagi sedih, suka ke salon,  hoby belanja aksesoris  cewe, senyumnya manis, wajahnya juga gak butek - butek  amat…(hehehe…yang ini mah.. Narsis kebablasan…^_^)

Wanita bisa saja menjadi macho bahkan lebih macho dari pria  jika dia memiliki pola pikir, visi, dan sikap yang jelas dan tegas serta pribadi yang tidak mudah rapuh.Wanita yang terlihat tegar bukan berarti dia tidak punya masalah dan bisa  jadi masalahnya lebih berat daripada wanita yang terlihat rapuh, hanya saja… hidup yang mengajarinya  tidak ada tempatnya bersandar kecuali Allah dan menyelesaikan sendiri.


Dalam dunia sejarah Islam banyak sekali wanita – wanita “macho”  yang sungguh luar biasa, misalnya Ummu Amarah (Nusaibah ninti Kaab).Beliau ini terkenal dengan julukan "Sang perisai Rasulullah"
Waktu perang uhud, Nusaibah dgn gagah berada di sisi Rasulullah, melindungi beliau.
Khaulah binti Azwar.Beliau muncul waktu sedang penyerbuan ke syam (negeri yg sudah dikuasai Romawi) dgn berani maju lalu merobohkan para tentara kufar.Mengikuti pertempuran Marj Dabik, pertempuran antakia, dan penaklukan mesir.Beliau syahid di masa kekhalifahan Utsman bin Affan..
Asma binti Abu Bakar.Suami beliau adalah Zubair bin Awwam.Ketika anak beliau Abdullah bin Zubair disalib dan akan di hukum mati, akhirnya beliau tegar menyaksikan kepala anak tercintanya yg digantung penguasa zhalim Al Hajaj.
Lubabah binti Al Harits (Ummu Fadl).Beliau ini adalah istri paman Rasul (Abbas bin Abdul Muthalib).. Beliau ternyata wanita kedua yg masuk Islam setelah Khadijah,Beliau terkenal berani ngasih komentar dan natangin org2 jahiliyah!!  (mirip akyuuu…… gag iiaa ini ^^, ngarep lo….!!)
Ghaziyah binti Jabir
Ketika beliau masuk Islam, beliau mengalami siksaan luar biasa. Ia dikurung didalam ruangan sempit bagai kandang hewan, dijemur terlentang menghadang matahari dgn kaki dan tangan terikat erat dan badannya yg tertindih batu besar, lalu dibiarkan di situ tanpa minuman apalagi makanan,,

Itu contoh teladan sohabiyah yang kita lupakan sebagai sosok wanita – wanita “macho” dan masih banyak lagi wanita - wanita " macho" di sekitar kita .Bukan berarti mereka jadi "laki - laki" dan hilang sisi feminimnya. Perjuangan hidup seorang wanita yang mempunyai sikap dan visi yang kuat untuk meraih impian dan cita – citanya mau tidak mau menempa hidupnya juga  mentalnya untuk tidak cengenng dan lemah.Bukan berarti dia melupakan kodratnya sebagai seorang “tulang rusuk” dari pria.Wanita yang cantik, indah , dan sholihah adalah sebaik – baik perhiasan.Dan perhiasan yang terbaik adalah yang bisa memperindah pemiliknya….semoga saya bisa belajar untuk jadi wanita yang lebih “macho” .wallahu’alam Bishowab….





Ukhti.....Harapanku itu....


Ukhti......
Dibalik kehalusan tutur katanya dan lembut sikapnya
Lentik matanya yang tajam menyimpan penuh pesona
Ada gugusan cinta yang bersembunyi dari luhur budinya.....
Anggun, menawan, menarik perhatian semua
Cerdas jiwa  dan hatinya,  kreatif dan penuh inspirasi langkahnya
Percaya diri dan tidak pernah mundur dalam menggapai cita – cita
Semua orang pasti tertawan olehnya....
Duhai Ukhti......


Tanah Grogot, Pagi cerah 19 September 2009

Sabtu, 12 November 2011

KENDARAAN HIDUP KITA* Jika Jalan Kita Salah,Maka Berhentilah.


Laju motor yang saya boncengi  bersama seorang teman disiang terik itu kira – kira 40 km/ jam ditengah lalu lintas yang padat di tengah  kota Yogyakarta. Kota yang paling nyaman dibanding kota lain yang pernah saya tinggali, namun semakin lama Yogyakarta terasa semakin padat dan macet khas kota metropolitan yang lain.Kendaraan semakin banyak dan polusi dimana – mana.

Saya tidak ingin membahas sisi polusi kota Yogyakarta,saya ingin bercerita kejadian siang itu tepatnya di bangjo)* jalan Jendral Sudirman depan Tokobuku Gramedia, harusnya kalau dari arah tugu  pengendara harus mengambil arah kiri atau kanan dan tidak boleh lurus.tapi ternyata saat lampu hijau dengan  “pede”nya teman yang membonceng saya tersebut melaju lurus  tentu saja saya teriak – teriak menyuruh dia berhenti.
“kenapa sih?. Ini benar tau….”kata teman saya menanggapi reaksi saya tersebut.
Dan benar saja,tidak sampai lima menit kami langsung disusul pak polosi lalulintas muda yang segera mencegat kami,dan pasti taukan cerita selanjutnya….?

Andaikan tadi saya yang nyetir didepan,mungkin tidak begini jadinya maklum mahasiswa, uang sepuluh duapuluh ribu itu sangat berharga bagi kami untuk menyambung nyawa ( Lebay…) karena itu jatah makan selama beberapa hari. ceritanya mahasiswa ngeles didepan pak polisi,beda nyatanya jika pengusaha merangkap mahasiswa.hehehe…..(tambah lebayy….)

Sebelum bicara ngelantur  lebih jauh. Mari kita mengambil hikmah dalam cerita diatas apakah hikmah yang bisa diambil didalamnya?.Lihatlah rambu – rambu dengan benar..?Jangan suka bercanda dijalan..? Jangan suka nge_les didepan pak polisi..? jangan berkendara dijalan macet..? hahaha…. BUKAN.

Ijinkanlah saya bertanya, “Siapa yang mengendarai motor saya…? Yup.Benar, teman saya yang tidak “Melek” rambu dan saya yang percaya jadi pembonceng.Lantas apa istimewanya..?.Harusnya saat saya yang punya dan tau tujuannya sayalah yang harus memboncengnya.

Sekarang bagaimana jika hal itu terjadi dalam motor atau mobil kehidupan kita ?”.Siapakah  yang mengendarai motor atau mobil kehidupan kita ?  Pastikan bahwa jawabannya bukan pasangan, bukan orang tua ataupun boss kita . Kitalah sebenarnya yang mengendarai mobil kehidupan sendiri. Jadi, baik buruk atau sukses tidaknya bukan tergantung pada orang lain, dan janganlah menyalahkan orang lain. Dan, keberhasilannya tergantung di tangan kita sendiri. Agar optimal, ada 4 pembelajaran penting untuk kendalikan mobil kehidupan kita.

Pertama, Tahu kapan untuk start! Semua kesuksesan di bidang apa pun tentunya harus dimulai dari sebuah titik yang namanya start. Dalam hal ini untuk mencapai apa yang akan kita raih tentunya kita harus sudah tahu terlebih dahulu apa yang akan kita capai,kemana tujuannya,tentukan mimpi kita dengan detail, persiapan – persiapan apa saja yang harus kita lakukan. Ibarat seperti akan mengendarai mobil, dalam tahapan ini kita sebut sebagai tahap untuk kita memanaskan terlebih dahulu mesin mobil kita.

Dalam tahap ini pun kita dapat berkonsultasi dengan orang – orang yang tepat, dengan mereka – mereka yang terlebih dahulu sudah berhasil. Tahapan inilah yang merupakan tahapan yang sangat penting yang akan akhirnya membawa kita mencapai ke puncak sukses. Hanya saja banyak orang juga yang sudah sampai di tahap ini, tetapi mereka hanya sampai di tahap persiapan ini saja. Ibarat sudah memanaskan mesin mobil, tetapi hanya sampai memanaskan mesin mobilnya saja dan tidak kunjung menjalankan mobilnya.Alias CUMI (Cuma Mimpi.)

Kesuksesan yang akan kita raih tentunya bukan tergantung berapa banyak yang kita tahu, bukan hanya seberapa hebat perencanaan kita, tetapi seberapa banyak tindakan yang kita lakukan. Beberapa orang yang saya kenal yang mungkin tidak begitu ahli dalam melakukan perencanaan bahkan dalam sisi pengetahuan pun cenderung masuk dalam kategori yang biasa – biasa saja, tetapi dalam beberapa tahun saja, kehidupan mereka mengalami perubahan yang luar biasa. Hal ini dikarenakan mereka berani untuk mengambill tindakan dan berani untuk memulai. Bagaimanakah dengan kita, sudahkah kitaa memulai apa yang kita rencanakan?


Kedua, tahu kapan untuk tancap gas . Tentunya bukan saat dikejar POLANTAS seperti teman saya waktu itu.hehehe….Kadang kala tidak selamanya kita ada di jalan yang macet bukan? Saat jalanan sepi dan kita merasa yakin, tentunya kita pun dapat mempercepat laju mobil kita. Begitu pula dengan perjalanan kesuksesan kita, kita pun perlu tahu kapan saatnya kita mempercepat apa yang kita lakukan. Proses mempercepat ini bisa saja dilakukan dengan menambah skill dan keahlian kita,belajar dan  belajar lebih lagi dengan mentor yang sudah lebih berhasil,media pendidikan yang tepat, membuat tim yang solid yang akan mendorong kesuksesan menjadi lebih cepat, jeli dalam membaca peluang – peluang yang ada. Jadi, Sudahkan saat ini kita melakukan proses “tancap gas” dalam mengendarai mobil kehidupan kita?

Ketiga, Tahu kapan untuk  slow dan done.Kadang dalam menjalani mobil kehidupan dan saat kita melaju untuk memcapai target mimpi – pimpi kita adakalanya kita tidak tau harus kemana lagi,cara apa yang harus kita lakukan, dan arah mana yang harus kita tempuh.Bahkan mungkin andai  kita sudah merasa yakinpun ternyata dihadapkan padakondisi yang salah jalan.

“ Jika jalanmu salah,maka berhentilah “

Dalam tahapan ini cobalah sejenak untuk berhenti dan berfikir,kita sudah berada diposisi jalan yang mana, dimana letak kesalahannya.Intropeksi( Muhasabah) ulang perjalanan kita. Berhenti sejenak supaya kita bisa melaju lebih kencang lagi.Sebelum kepada tahapan selanjutnya yaitu  tahapan untuk kita re-kreasi (menciptakan ulang) sekaligus meng-apreasiasi apa yang telah kita raih. Disinilah mesin mobil kita dirawat atauun di-charge kembali.

Banyak orang yang terobsesi terus-menerus menjalankan mobilnya, namun kemudian mogok di tengah jalan karena mesinnya kepanasan. Ataupun, banyak pula yang terus bekerja namun, tidak sempat menikmati ataupun mengapreasiasi sama sekali apa yang telah dicapainya.Sebaik – baik apresiasi adalah bersyukur, dan bersyukur.

Akhirnya,ketika sudah berhenti dan tau letak dimana posisi kita  perlu juga tahapan dimana kita tahu kapan harus banting setir mobil tatkala kita melihat ke depan bahwa jalanan yang tersedia, tidak mungkin dilalui,salah jalan seperti cerita saya diatas  ataupun macet total. Disinilah kita perlu memikirkan apa langkah selanjutnya sehingga mobil kita bisa sampai ke tujuan. Sama halnya dalam kehidupan, ketika bisnis di depan mata tampaknya macet dan terlalu berisiko, mungkin saatnya bagi kita untuk bantiung setir, mencoba cara lain ataupun akhirnya memutuskan menjalankan bisnis yang berbeda. Kita harus jeli melihat kondisi jalan di depan dan bukannya dengan ngotot menerjang ke dalam arus kemacetan.Dan jangan takut ketika dikatakan Plin-plan.sama sekali bukan.

Walau saya masih tahap mimpi (Afirmasi tingkat tinggi..hehehe...) untuk punya mobil sendiri,namun setidaknya saya sudah bisa nyetir dan membayangkan merawat mobil.Jika mesin mobil saja dirawat dengan begitu telaten, apalagi dengan mesin tubuh kita yang harganya beratus-ratus kali lipat dari mobil yang kita kendarai…! So… balancing your life..Mestinya kita bijak!

 
Copyright © Pelangi Hati Husna. All rights reserved.
Blogger template created by Templates Block | Start My Salary
Designed by Santhosh