Jumat, 15 Oktober 2010

Sungguh Kasihan Para Pecinta.....


Kisah cinta yang berbinar….
Binar cinta yang bersemi di mushola kampus, bangku kuliah, Forum diskusi, dan yayasan tempat mereka bergulat dengan aplikasi kehidupan sosial.Di tengah aktifitas itulah cinta mereka bersemi.Bersemi dengan suci dan indah.
Tapi cinta gadis jawa dan pemuda keturunan cina itu kandas.Kasih mereka tak sampai ke pelaminan.Restu orang tua si gadis tak berkenan meneruskan riwayat asmara putih mereka.Tragis.sungguh sangat tragis.Karena dihati siapapun cinta yang suci dan tulus seperti itu singgah,kita seharusnya mengasihi pemilik hati itu.Sebab itu adalah perasaan yang luhur.sebab perasaan yang luhur begitu adalah gejolak kemanusiaan yang direstui di sisi Allah.Sebab karena direstui itulah Rasulullah lantas bersabda,”Tidak ada yang lebih baik bagi mereka yang sudah saling jatuh cinta kecuali pernikahan.”
Islam memang begitu.Sebab ia adalah agama kemanusiaan, agama fitrah.Sebab itu pula nilai – nilainya selalu ramah dan apresiatif terhadap gejolak jiwa manusia.Dan sebab cinta adalah perasaan manusia yang paling luhur,maka mengertilah kita mengapa ia mendapat ruang yang sangat luas dalam tata nilai Islam.
Itu karena Islam memahami betapa dahsyatnya goncangan jiwa yang dirasakan orang – orang yang sedang jatuh cinta.Tak ada tidur.Tak ada lelah.Tak ada takut. Tak ada jarak.Tak ada aral.Yang ada hanya hasrat,hanya tekad, hanya rindu,hanya puisi,hanya keindahan.Puisi adalah busur yang mengirimkan panah – panah asmara ke jantung hati sang kekasih.Rembulan dan seluruh alam adalah utusan hati pembawa pesan kerinduan yang tak pernah lelah melawan waktu.
Dua jiwa yang sudah terpaut cinta akan tampak menyatu bagai api dengan panasnya,salju dengan dinginnya,laut dengan pantainyarembulan dengan cahayanya.Mungkin terlalu berlenbihan,atau mungkin memang begitu adanya.Siapapun yang melantunkan bait ini agaknya memang mewakili perasaan banyak arjuna yang sedang jatuh cinta: “separuh nafasku…terbang bersama dirimu…”
Bisakah kita membayangkan betapa sakitnya sepasang jiwa yang dipautkan cinta lantas di pisah oleh tradisi atau apa saja?Tragedi Zaenuddin dan Hayati dalam Tenggelamnya Kapal Vanderwijck, atau Qais dan Laila dalam Majnunu Laila, terlalu miris bukan? Sakit, Terlalu sakit. Karena dialam jiwa seharusnya itu tak ada.Tragedi cinta selamanya merupakan tragedi kemanusiaan.sebab memisahkan suami istri yang saling mencintai adalah misi terbesar syetan.Dan sebab itu menjodohkan sepasang kekasih yang saling mencintai adalah tradisi kenabian.Suati saat,Khalifah al Mahdi singgah beristirahat dalam perjalanan haji ke makkah.Tiba – tiba seorang pemuda berteriak lantang ,”Aku sedang jatuh cintaa….!!!”Maka Al Mahdi pun memanggilnya,”Apa masalahmu..?”Aku mencintai putrid pamanku dan ingin menikahinya.Tapi ia menolak karena ibuku bukan arab.Sebab itu adalah aib dalam tradisi kami.”Al Mahdi pun memanggil paman pemuda itu dan berkata padanya,”Kamu lihat putra – putrid Bani Abbasiyah? Ibu – ibu mereka juga banyak yang bukan arab.lantas apa salah mereka?Sekarang nikahkanlah pemuda ini dengan putrimu dan terimalah 20 ribu dirham ini;10 ribu untuk aib dan 10 ribu untuk mahar.”

4 komentar:

Ita Lovely Husna mengatakan...

hickkk...hickkk...hick...

anggit hoky menyapa... mengatakan...

subhanAlloh cinta itu sungguh mulia karenaNYA...teruslah mencintai..:p

Ita Lovely Husna mengatakan...

halah...mas anggit wes ngerti pow?hihihi

Sudirman Matalil mengatakan...

hmhmmm

Posting Komentar

 
Copyright © Pelangi Hati Husna. All rights reserved.
Blogger template created by Templates Block | Start My Salary
Designed by Santhosh